Home » » Dadang Tobing, Pengamen yang Jadi Caleg

Dadang Tobing, Pengamen yang Jadi Caleg

Written By radar indo on Thursday, December 26, 2013 | 5:06 AM

Dadang Tobing, caleg dari Partai Gerindra yang berprofesi sebagai pengamen.
Dadang Tobing, caleg dari Partai Gerindra yang berprofesi sebagai pengamen. ( Diki Hidayat Garut)
RADAR-INDO.COM, JAKARTA  - Keinginannya untuk menjadi calon wakil rakyat tingkat Kabupaten Garut Jawa Barat, tercapai setelah Dadang Kusnadi bersaing dengan sejumlah kader Partai Gerindra di Garut, Jawa Barat.

Dadang Kusnadi, atau lebih akrab dipanggil Dadang Tobing, adalah warga jalan Gunung Satria, Kampung Karacak, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, yang kini tercatat sebagai calon anggota legislatif dari Partai Gerindra.

Meski tercatat sebagai guru honorer untuk mata pelajaran kesenian, ternyata Dadang juga memiliki sampingan untuk menambah pengahasilannya. Dia bekerja menjual suara atau sebagai pengamen.

"Ya, Alhamdulillah saya tercatat sebagai caleg Partai Gerindra, walaupun saya pengamen, Gerindra sudah mengakomodir saya sebagai salah satu calon wakil rakyat," ujarnya..

Guna mensosialisasikan dirinya kepada masyarakat luas, Dadang justru lebih giat mengamen. Dia keluar masuk kampung, pasar dan terminal agar dikenal. Selain untuk sosialisasi bahwa dirinya adalah caleg, dengan mengamen Dadang juga menghibur masyarakat.
"Mengamen dan sosialisasi agar masyarakat kenal saya," katanya.

Dadang Tobing, caleg dari Partai Gerindra yang berprofesi sebagai pengamen.

Mengamen menurut Dadang membawa banyak manfaat. Dia tidak perlu mengeluarkan dana besar untuk kampanye. Cukup membuat kartu nama dan stiker untuk dibagikan kepada warga yang ditemuinya.

"Inginnya sih, saya bisa memberikan lebih bermamfaat bagi masyarakat tetapi sekarang ini biar hiburan dulu yang saya berikan," kata Dadang.

Lalu, apa programnya jika kelak terpilih menjadi anggota DPRD? Ia tak berjanji yang muluk-muluk. "Saya ingin membawa persoalan yang dihadapi masyarakat bawah ke meja DPRD, kemudian disampaikan kepada Pemerintah agar menjadi pertimbangan dalam melaksanakan program pengentasan kemiskinan," katanya.

Dadang prihatin ketika masyarakat masih saja terlilit persoalan klasik meski digembar-gemborkan ada dana 20 persen APBN khusus untuk pendidikan dan pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat miskin.

"Apakah itu sudah sampai kepada masyarakat miskin, masih jauh masyarakat masih belum menikmati sarana pendidikan dan kesehatan yang layak," katanya./(vv-rif)
Share this article :

Advertorial

Koleksi Cantik Titi Kamal

Xiaomi? Stock Terbatas

HD Display 2 Front Firing Speakers

Anda Kolektor Uang Kuno?

Vivall.TV Streaming

 
Support : Radar URL Stats ONLINE | Radar Flag Counter | twitter:@radar_indonesia
Copyright © 2013. Radar Indonesia News - All Rights Reserved
Template Created by radar-indo.com Published by radar-indo.com
Proudly powered by radar-indo.com