Home » » Keberanian Mengubah Hidup menjadi lebih baik Oleh: Sarwan Kelana*

Keberanian Mengubah Hidup menjadi lebih baik Oleh: Sarwan Kelana*

Written By radar indo on Saturday, May 18, 2013 | 1:38 PM


Banyak orang bilang jalanilah hidup ini seperti air mengalir, ada benarnya tapi penulis kurang setuju kalau 100% perjalanan hidup kita ini seperti air yang mengalir. Karena apa, karena sipat air sangat berbeda dengan sipat manusia. Air tidak bisa berfikir tapi kita manusia bisa berpikir mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang hitam dan mana yang putih.

Sekarang kita boleh mengatakan kalau menjalani kehidupan ini seperti air mengalir, tapi yang perlu untuk kita ingatkan jangan sampai aliran air kehidupan kita ini jatuh ke kali yang sungguh hanya di pandang sebelah mata. Walau pun hidup ini mengalair tapi kita bisa untuk mengarahkannya ke jalan yang benar atau mengalir ketempat yang betul-betul indah dan nyaman.

Pada suatu saat dalam hidup kita, hampir semua dari kita mendambakan kesempatan yang kedua untuk melakukan suatu hal yang kita impi-impikan, tapi sayang banyak diantara  kita tidak pernah berbuat  untuk mengusahakannya. Namun hampir semua dari kita tidak ingin membuat lompatan  menyebrangi jurang yang memisahkan impian dan perbuatan.

Selalu akan ada orang yang memperingatkan kita bahwa kita akan gagal pada hari ini atau itu. Pertanyaan yang penting  untuk kita ajukan bukan apakah aku akan gagal, tapi apakah aku akan berhasil mencapai hasil?

Pertanyaan diatas dapat kita jawab dari sudut pandang yang berbeda, bisa dari kesenangan, dari jabatan, pangkat, dan banyak hal lain yang bisa kita gunakan untuk menjawab pertanyaan apakah kita akan berhasil. Yang jelas  kita semua harus punya keberanian untuk mengubah kehidupan kita ini dari yang tidak baik menjadi yang terbaik, hanya diri kita sendirilah yang bisa merubah diri  kita.

Mari kita simak firman Tuhan dalam kitab al-Qur’an “  Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”. Tuhan tidak akan merobah keadaan mereka, selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka.

Jangan meremehkan impian kita
Kita semua punya impian, dan setiap mahluk yang  bernama manusia tentu punya mimpi. Karna mimpi atau impian ini adalah suatu kebutuhan dan keharusan yang timbul dari hati nurani kita semuanya. Sekarang yang harus kita pertanyakan sudahkah kita punya impian atau bermimpi?, dan jangan sampai kita meremehkan impian kita itu, karna setiap impian itu adalah doa.

Mulai hari ini dan detik ini tulis impian kita, dan yakin kepada diri kita bahwasanya tuhan akan mengabulkan impian-impian terbaik kita. Kalau kita punya impian ingin menjadi penulis maka menulislah, tidak mungkin seseorang yang tidak sama sekali menulis sedikitpun disebut dengan seorang penulis? Tidak mungkin.

Jangan mengatakan itu sudah terlambat
Kalau benar kita punya keberanian untuk mengubah kehidupan kita ini, dari yang baruk menjadi yang baik. Jangan sekali-kali mengatakan itu sudah terlambat, karna masih ada kesempatan kedua, mari kita simak kisah berikut ini.

Al Comley menunggu 30 tahun untuk mendapatkan kesempatan kedua, pada tahun 1935, dalam umur 19 tahun dia masuk sekolah bisnis dan penjuakan yang paling disukainya adalah bidang penjualan. Tetapi ketika itu adalah zaman defresi, dan setelah tamat Al mengambil pekerjaan pertama yang di dapatkannya bagian pemesanan di sebuah perusaahaan makanan. Beberapakali setelah bertahun-tahun, Al berpikir ingin pindah ke bagian sales, tetapi tidak pernah dilakukannya. Akhirnya pada umur ke 53 tahun, dia bertindak untuk mencapai impiannya. Al pension lebih awal dan menjadi agen asuransi “seharusnya saya masuk bagian sales lebih awal” katanya. Sekarang bagai mana dengan kita sudahkah kita mengatakan ah ini dah terlambat!.

Mulailah tahap demi tahap
Seorang anak kecil yang bisa berjalan dengan lincah mengawali perjalanan pertamannya tahap demi tahapan. Mulai dari merangkak, tertatih-tatih bahkan sampai terjatuh dan menimbulkan bekas luka. Hal ini membuktikan bahwasanya untuk bisa berjalan dengan lancar dan lincah diawali dengan bersusah payah, tidak seperti membalik telapak tangan.

Sekali lagi diri kita hanya kitalah yang merubahnya, seorang pembicara yang baik pasti berawal dari pembicaraan yang agak terbata-bata tapi karna melalui proses dan tahapan akhirnya menjadi pembicara yang lancar. Mari kita tanyakan pada diri kita, sudahkah kita melakukan tahapan-tahapan demi tercapainya  impian dan cita-cita kita.

Bersedialah saling tukar-menukar
Don complel mengambil alih usaha pemakaman keluarga di beavel setelah ayahnya meninggal, dan menggakhiri tentang karirnya sebagi penerbit. Setelah  sepuluh tahun kemudian, setelah menyerahkan usaha kepada adiknya, Don sekeluarga pindah ke Midwest dan dia masuk kesekolah jurnalistik di universitas misiori. “saya harus pinjam uang untuk menyelesaikan study” dia menceritakan kembali. Hari ini setelah 30 tahun dalam jurnalistik dan periklanan, Don menerbitkan bulletin bisnis. “saya tidak pernah menghasilkan uang sebanyak yang saya dapat dalam bisnis pemakaman” tapi saya telah mencapai impian saya, dan itu membuat saya bahagia.

Seseorang akan berkata kepada kita, kalau kita bekerja cukup keras, maka kita mendapat apa saja yang  kita inginkan. Tetapi kita tidak bisa memiliki segala-galanya, secara sekaligus. Yang penting adalah mengetahui bahwa dalam setiap kesempatan kedua aka ada tukar menukar dan lebih sering kita harus membuat pengorbanan.

Bersedialah untuk berubah
Kita harus siap untuk melakukan perubahan dalam hidup ini, berubah dari dunia yang kelam menjadi dunia yang lebih berarti. Berubah dari sikap-sikap yang buruk menjadi sikap yang baik, jadi sekarang  bersedialah kita untuk berubah dari segalahal yang negative menjadi positif.

Dua puluh tiga tahun yang lalu, Bill Moores adalah seorang pecandu minuman keras berumur  28 tahun yang menganggur dan telah menjalani 50 pekerjaan setelah tamat SMA. Kemudian dia mendapatkan dirinya dalam unit rehabilitas alcohol di Cleveland “saya membuat setiap orang disana kerepotan, terutama seorang tua ini. Akhirnya pasien lainnya mengatakan kepada saya supaya tidak mengganggu orang itu. ‘ kau orang pertama yang ku temui yang begitu berengsek sehingga tidak seorangpun yang menyukaimu’ katanya kepada bill.

Kata-kata ini mengetuk pintu hati bill tiba-tiba bill sadar, bahwa sayalah yang harus mengurus dan merubah diri saya sendiri, dan saya punya kekuatan untuk berubah. Pada saat itu juga bill bertekat untuk berhenti minum-minuman keras dan membuat dirinya berarti. Kita semua pasti pernah kenal dengan tukang pengeluh yang kronis, yang meratapi pekerjaan mereka, perkawinan mereka atau kehidupan pada umumnya. Tetapi kita tidak penah melihat ada tukang mengeluh seperti bill yang melakukan sessuatu yang konstruktif untuk mengubah apa yang membuat mereka tidak bahagia. Mendapat kesempatan kedua berarti bahwa kita yakin bahwa peerubahan bisa kita raih, dan bahwa kita memetik keuntungan dari perubahan itu.
Jangan mau menerima jawaban tidak dari diri kita.

Untuk mengubah nasib dan keadaan kita tidak ada jalan lain selain kita sendiri yang merubahkannya. Selanjutnya  jangan pernah menerima jawaban tidak dari diri kita, seperti ah aku tidak bisa dalam hal ini dan sebagainya. Kata-kata seperti itu yang membuat kita tidak akan bangkit dan berubah,.
Banyak pepatah yang memberi arti bagi hidup ini, seperti “kalau tidak bisa menyeberangi jurang dengan langkah setengah-setengah pada beberapa tempat, maka kita harus melompat” ini bentuk komitmen total kita pada diri sendiri. Maka aka ada sesuatu yang hebat yang akan terjadi dalam diri kita kalau kita melakukan komitmen ini.

Kita akan mulai melihat pemecahan, menemukan cara dan sarana yang sebelumnya tidak tertangkap oleh perhatian kita. Dalam the big switch, buku karyanya mengenai perubahan karir ia menekankan “ kalau kau bisa memimpikannya, maka mulailah. Kalau kau bisa membayangkannya, maka teruskanlah. Komitmen dan bayangan (vision) mementuk momentumnya sendiri, yang mendatangkan  akhir yang berhasil”.

Saudaraku hidup kita ini penuh dengan kesempatan kedua, untuk mencapai hasil dalam apa yang kita lakukan, untuk mengubah kegagalan menjadi sukses melalui suatu usaha baru atau sikap yang berbeda. Kita tidak perlu membatasi diri sendiri. Yang kita perlukan untuk menghadapi kesempatan kedua adalah kemapuan mengenalinya dan keberanian untuk bertindak.**

*.Sarwan Kelana, penulis Buku agar setiap urusan menjadi mudah.
Dan pendiri Komunitas Pena Kelana Riau, dan penulis Muda di Riau.

Share this article :

Advertorial

Selamat Hari Jadi Kab. Lebak

Ucapan Selamat Dari Kemenag Lebak

Koleksi Cantik Titi Kamal

HD Display 2 Front Firing Speakers

Vivall.TV Streaming

 
Support : Radar URL Stats ONLINE | Radar Flag Counter | twitter:@radar_indonesia
Copyright © 2013. Radar Indonesia News - All Rights Reserved
Template Created by radar-indo.com Published by radar-indo.com
Proudly powered by radar-indo.com