Home » , » KETIKA PEREMPUAN HARUS MEMILIH

KETIKA PEREMPUAN HARUS MEMILIH

Written By radar indo on Friday, February 1, 2013 | 5:12 AM


Memutuskan menjadi seorang ibu rumah tangga murni memang tidak mudah. Seperti aku, yang terbiasa dengan kerjaan kantor. Saat buah hatiku lahir dan kuputuskan untuk merawatnya sendiri tanpa campur tangan pembantu, semua terasa gelap di awal aku melakoninya. Apalagi saat seorang sahabatku telpon dan menanyakan apa kegiatanku serta kujawab dengan bangga, sebagai ibu rumah tangga ‘biasa’.
“Hah? nggak sayang ijazah sarjanamu?”
“Nggak sayang karirmu di kantor?”
“Apa yang kau harapkan menjadi emak-emak yang hanya urus anak dan suami?”
OH NO! aku menjerit cepat. Anakku adalah anakku, bukan anak pembanu, bukan anak orang lain. Herannya, kenapa banyak orang ribet?

Entahlah, aku tak mau mencari jawabannya. Tapi hatiku sungguh kelu jika orang terlalu mencibir status ibu rumah tangga yang aku pegang. Andai aku presiden, akan aku gaji seorang ibu rumah tangga dengan rupiah yang layak. Karena merekalah pembimbing sejati penerus bangsa ini kelak. Bukan orang lain. Dan insyaallah, amanah Allah yang berharga ini tidak akan aku sia-siakan dengan hal-hal yang tidak penting.

Semua hanya cobaan di awal. Di hari berikutnya aku cuek dengan status yang kusandang ini. Untuk apa menghabiskan energy dengan pandangan orang yang membuatku jatuh? Bagiku, itu adalah acuan terbesarku untuk merubah pola pikir yang hanya jalan di tempat. Akupun bisa melakukan sesuatu.
Berawal dari hobi lamaku yang telah mati suri, menulis dan melukis. Melukis langsung aku ajarkan pada buah hati tercinta. Dari dunia maya aku mendapat banyak informasi tentang dunia literasi. Aku yang awalnya gaptek kelas tinggi mulai mencoba dengan tertatih, mencari tahu tentang dunia maya. Facebook-ku yang awalnya hanya sekedar facebook, komentar tanpa makna kucoba kugiatkan kembali. Beberapa teman lama aku tanya supaya gaptek-ku bisa berkurang. Alhamdulilah, dari dunia maya ini aku bisa mendapat pengetahuan yang sangat luar biasa.

Aku mencoba mencari komunitas literasi yang valid dan bermutu, dari situ aku mulai tahu tentang penulisan naskah, beberapa penerbit indi maupun mayor. Aku perbanyak temanku yang sesama pecinta litersi.

Terasa berat di awal, gagal, gagal dan gagal lagi. Setelah sekian lama sejak sejak lulus SMA tak menulis, semua harus berawal dari nol. Tapi semangatku tak pernah mati. Ideku berasal dari buah hatiku, kutulis apa saja tentang mereka. Artikel, cerita anak, dongeng, lama-lama merambah ke cerpen, FTS (Flash True Story), FF (Flash Fiction) dan yang lainnya. 

Akhirnya dengan jatuh bangun terbit juga buku perdanaku berupa Kumpulan Cerita Anak. Sebuah kerja keras yang berakhir dengan manis. Beberapa lomba juga aku ikuti, kadang menang dan sering kalah. Tak mengapa, karena dalam kemenangan selalu ada yang kalah, dan dalam kekalahan pasti ada yang menang. Rumus hidup yang tak bisa diganggu gugat. Sebuah pencapaian yang kadang tak kumengerti.
Sebagai ibu dari dua buah hati yang masih kecil, tak munafik pekerjaan rumah tangga memang tak pernah ada habisnya. Menulis aku lakukan saat mereka tidur, tengah malam sampai dini hari, hampir setiap hari. Karena suka, semua tak menjadi beban buatku.

Tak hanya itu, aku masih mencoba membuat kerajinan tangan dari flannel, yang aku jual secara online dan offline. Keponakankulah yang paling jago menjualnya. Dari situ aku memperoleh beberapa pesanan yang aku selesaikan sendiri, walau terkadang waktu 24 jam menjadi tidak cukup. Semua aku lakukan tetap dengan semangat.

Semangat terindah karena aku bisa melakukannya tanpa meninggalkan jagoan mungilku. Merekalah tempat aku melepas lelah setelah yang kulakukan selama ini. Aku benar-benar menikmati tumbuh kembang mereka, saat mencoba berjalan dengan tertatih, saat sakit, saat memenangkan lomba, saat kalah ataupun saat mereka sedang tidak mood.

Aku yakin, banyak di luar sana ibu rumah tangga yang merasakan hal yang tidak enak, tidak pede, merasa tidak produktif dan hanya tergantung sama suami. Semua itu bisa hilang apabila kita bisa menyikapinya dengan baik. Saat aku dibilang sarjana kok hanya ngendon di rumah, dunia mau runtuh rasanya, tapi itu hanya sesaat kok. Benar-benar hanya sesaat!

Buat anda-anda yang berstatus sebagai ibu rumah tangga, banggalah dengan status anda, karena kita juga berjuang dari dalam rumah, mendidik, merawat dan selalu memberikan yang terbaik buat buah hati. Banyak hal yang masih bisa dilakukan, menulis, berjualan online atau mengikuti MLM yang bisa dipercaya, insyaallah rejeki akan ikut dengan sendirinya.

Ibu rumah tangga adalah sebuah pilar keluarga, kita bisa berkembang seperti apa yang kita mau. Bisa mendapatkan income tanpa meninggalkan kewajiban kita kepada buah hati dan keluarga. 

Ketika perempuan harus memilih, pilihan akan jatuh pada apapun keputusan kita. Apapun resikonya. Hmm, tunggu apa lagi, bangga menjadi ibu rumah tangga dengan segudang aktifitas positif yang bisa mengubah dunia dari triliyunan mimpi. Yakini pasti bisa! Salam sayang.

Wahyu Widyaningrum, berdomisili di Lereng Gunung Ungaran, Jawa Tengah. Terlahir 22 Maret di sebuah desa terpencil. Sangat suka membaca dan melukis. Lulusan Fakultas Teknologi pertanian UGM, Yogyakarta memulai menulis sejak SMP. Beberapa karyanya masuk media lokal, pernah menjuarai lomba puisi SMA se-DIY(1994), juara 1 lomba menulis majikan vs pembantu (PHP, 2012). Buku yang telah diterbitkan Kumpulan Cerita Anak-Biola Tua Kakek (Puput Happy Publishing, Jawa Tengah, 2012), Antologi TFOC (Penerbit Harveey, 2012), Antologi Akhirnya Tulisanku Terbit Juga (GP Publishing, 2012), beberapa antologi masih dalam proses penerbitan. FB : Wahyu Widyaningrum,  Email : awanhero.ww@gmail.com

BIODATA PENULIS
Nama                                       : Wahyu Widyaningrum
Tempat/Tgl lahir                      : Sumowono/ Kab. Semarang/22 Maret
Status                                       : Menikah
Pendidikan terakhir                  : Fak. Teknologi Pertanian, UGM  Yogyakarta
Hobi                                        : menulis, membaca. melukis
Alamat                                     : d/a Bp. Mirin PHS
                                                  Jl. Sanggrahan no 26, RT 02/ RW 02
                                                  Nyampuran-Sumowono
Share this article :

+ komentar + 2 komentar

Feb 2, 2013, 7:18:00 AM

Selamat telah memilih menjadi ibu yang mempersiapkan pemimpin bangsa dan masyarakat. Masyarakat boleh lupa tapi Tuhan akan memberi tempat yang mulia untuk perempuan yang mendedikasikan hidupnya untuk putra-putrinya agar menjadi anak-anak soleh.

Semoga semakin sukses menjadi penulis yang mendidik dan menghibur masyarakat.

Salam

Feb 7, 2013, 6:40:00 PM

Terima kasih atas tanggapan Anda. Redaksi Radar Indonesia kembalikan ke penulis.

Post a Comment

Gadget

Telkomsel

Satukan keluarga dengan PC baru

Koleksi Cantik Titi Kamal

HD Display 2 Front Firing Speakers

Butuh Sewa Mobil?

Butuh Sewa Mobil?
 
Support : Radar URL Stats ONLINE | Radar Flag Counter | twitter:@radar_indonesia
Copyright © 2013. Radar Indonesia News - All Rights Reserved
Template Created by radar-indo.com Published by radar-indo.com
Proudly powered by radar-indo.com