Home » » Jambi Siagakan Personel Khusus Antisipasi Banjir

Jambi Siagakan Personel Khusus Antisipasi Banjir

Written By radar indo on Friday, January 11, 2013 | 10:36 PM


Jambi Siagakan Personel Khusus Antisipasi Banjir
Ilustrasi banjir. ANTARA/Irsan Mulyadi
 
Jambi - Pemerintah Provinsi Jambi menyiapkan sedikitnya 120 personel khusus untuk mengantisipasi banjir di wilayahnya. Personel khusus ini bertugas menangani korban banjir dan mengusahakan evakuasi serta shelter untuk mereka.

"Antisipasi ini dilakukan mengingat debit Sungai Batanghari sejak beberapa pekan terakhir terus meningkat dan telah mencapai ambang batas, yakni mencapai 13,70-14 meter. Normalnya kisaran 9-10 meter," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Zubaidi A.R., Kamis, 10 Januari 2013.

Dalam bekerja, personel ini dibantu tim SAR, anggota TNI dan kepolisian. Anggota tim sendiri direkrut dari warga masyarakat biasa.

Menurut Zubaidi, BPBD Jambi juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi dalam memantau kondisi terkini cuaca di daerahnya. "Berdasarkan pantauan pihak BMKG, kondisi hujan di Jambi akan berlanjut hingga Maret 2013. Untuk itu, kami juga mengimbau warga tetap waspada," ujarnya.

Ketika banjir benar-benar terjadi, personel khusus ini bertugas melakukan evakuasi dan sosialisasi apabila terjadi banjir dadakan. Mereka juga bertugas menyalurkan bantuan dari dinas terkait.

Berdasarkan data di BPBD Jambi selama hampir tiga bulan terakhir, hujan lebat telah menyebabkan bencana banjir hampir di seluruh kabupaten dan kota di Jambi. Tidak hanya banjir, akibat hujan juga menyebabkan bencana tanah longsor, khususnya di Kabupaten Kerinci yang berada di enam kecamatan dan sedikitnya enam desa terisolasi. Sementara itu, banjir paling parah terjadi di Kabupaten Merangin dan Bungo.

Di Merangin banjir merendam lebih dari 4.000 rumah yang tersebar di enam kecamatan. Dua orang meninggal akibat bencana banjir tersebut. Di Kabupaten Bungo, banjir menyebabkan 5.000 rumah warga terendam dan 500 hektare lahan pertanian gagal panen. Banjir di Bungo oleh pemerintah setempat dinyatakan sebagai bencana banjir terparah selama delapan tahun terakhir./SYAIPUL BAKHORI
Share this article :

Advertorial

Koleksi Cantik Titi Kamal

Xiaomi? Stock Terbatas

HD Display 2 Front Firing Speakers

Anda Kolektor Uang Kuno?

Vivall.TV Streaming

Total Reader

 
Support : Radar URL Stats ONLINE | Radar Flag Counter | twitter:@radar_indonesia
Copyright © 2013. Radar Indonesia News - All Rights Reserved
Template Created by radar-indo.com Published by radar-indo.com
Proudly powered by radar-indo.com