Advertorial

Latest Post

Shandy Aulia Terancam Nyawanya di Trailer Perdana 'Rumah Gurita'

Written By radar indo on Tuesday, September 2, 2014 | 4:25 PM

Sandy Aulia
RADAR-INDO.CM, JAKARTA - Trailer perdana film horor "Rumah Gurita" telah dirilis awal pekan ini. Trailer tersebut menghadirkan Shandy Aulia yang berperan sebagai Selina.

Gadis bernama Selina itu sejak kecil sudah bisa melihat hantu dan hal-hal gaib lainnya. Karena kemampuannya itu, Selina dikucilkan teman-temannya, diputus oleh sang kekasih serta dikeluarkan dari kampus.

Selina kemudian dipaksa pindah dan menjalani kehidupan di rumah baru di Bandung. Sayangnya keanehan mulai terjadi ketika Selina pindah ke rumah dengan patung gurita besar di atasnya. Setiap malam, Selina mendapat teror hingga semua terjawab saat mengenal Rio (Boy William).

Selina diberitahu Rio kalau ia harus menyiapkan sesaji demi penunggu rumah tersebut. Jika tidak, nyawa Selina taruhannya. Akankah Selina bisa menyelamatkan dirinya? Selain adegan horor, trailer itu juga menampilkan adegan mesra Selina dan Rio. Film yang juga dibintangi Kemal Palevi itu diarahkan sutradara Jose Poernomo dan akan rilis 30 Oktober. 

"Rumah Gurita" terilhami rumah angker di Bandung yang diduga pernah menjadi tempat praktek sekte sesat penyembah setan./(wk-rin)

Dua Mobil Dinas Pemkab Muara Enim Tidak Lulus Uji Emisi

Tidak lulus uji emisi. (Radar Indonsia News)
RADAR-INDO.COM,MUARA ENIM-- Puluhan mobil pejabat dan PNS, diuji emisi oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Muaraenim yang bekerjasama dengan BLH Provinsi Sumsel. Uji emisi di halaman Pemkab Muarenim, Senin (1/9) itu, dengan hasilnya dua mobil berbahan bakar premium  tidak  lulus.

Menurut Kepala BLH Kabupaten Muaraenim Ir Zulkarnain Bachtiar melalui Kabid Pengendalian Pencemaran dan Penaatan (P3) Lingkungan Edi Saidi dan Kasubid Pengendalian dan Penaatan Lingkungan Silviana Defi, mengatakan bahwa, kegiatan uji emisi kendaraan ini, adalah program BLH Muaraenim yang bekerjasama dengan BLH Provinsi Sumsel. Kendaraan yang diuji emisi ini, adalah kendaraan dinas maupun kendaraan pribadi baik berbahan bakar bensin maupun solar.

Jika ada mobil yang tidak lulus uji emisi, maka harus dilakukan perawatan rutin secara berkala untuk menjaga lingkungan dan kenyamanan pengendara itu sendiri.

Sementara itu menurut tim laboratorium BLH Sumsel Syukron Lillah, tujuan uji emisi ini, adalah untuk melihat pengaruh emisi gas buang kendaraan. Untuk mobil bahan bakarnya bensin, parameternya dilihat dari karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC). Sementara mobil berbahan bakar solar, yang dilihat hanya opasitas (ketebalan asap).

"Saran kita, untuk mobil bahan bakar solar harus rajin ganti filter dan oli. Sedangkan mobil berbahan bakar bensin harus sering turn up," tukas Syukron.(saidina erpan)


Puisi Febri Mira Rizki: Wanita

Tak punya senjata, kecuali air mata.

Tak punya daya, kecuali mengukuhkan doa.

Tak punya ragu, kecuali rindu.

Semisal musim menanamkan hati di lain sisi, ada mata yang kerap memancarkan cahaya melebihi matahari. 

Aku wanita berkalung janji suci, tak ingin cintamu dibagi. 

Kuajukan syarat tanpa mudharat, agar pilihan kita sepakat.

Aku wanita yang hatinya adalah laut tempat kau berlabuh, bukan sekadar dermaga persinggahan lalu pergi setelah badai berlalu. Dikelebat angin menderu ada tunggu yang mesti kugugu.

Aku wanita bertubuh siang malam tanpa hirau kata yang lalu lalang, bersebab pergi pulang adalah niat membahagiakan: keluarga, sesama, saudara, bahkan cinta yang kupunya.

Maka jangan pasung langkahku. Karena aku wanita butuh kau sebagai pelita!

Bandung, 02 September 2014  (Febri Mira Rizki)

LAPAN Selenggarakan International Training Course On Global Navigation Satelite System

Prof. Dongkai Yang saat memberikan pelatihan di event GNSS. (Dok.Radar Indonesia News)
RADAR-INDO.COM, JAKARTA - Lembaga Antariksa Dan Penerbangan Nasional (LAPAN) menyelenggarakan International Training Course On Global Navigation Satelite System (GNSS) Senin, (1/9) bertempat di All Sedayu Kelapa Gading Hotel, Mall Of Indonesia, Jakarta Utara.

Sebagai negara penandatangan (Signatory Country) berdirinya Asia Pasific Space Cooperation Organization (APSCO) Indonesia dituntut peran dan partisipasinya di panggung organisasi mutilateral ini.

Pelatihan diikuti oleh perwakilan terpilih dari masing-masing negara anggota APSCO (Bangladesh, China, Iran, Mongolia, Pakistan, Peru, Thailand dan Turki) sebanyak 17 orang tambahan dari peserta Indonesia yang berasal dari perwakilan LAPAN dan kementerian terkait seperti  BIG, BMKG, Kemenhub, UI, ITB, IPB dan Kemenhan.

Christianus Dewanto.(Dok: Radar Indonesia News)
Menurut Christianus Dewanto, Kabag Kerjasama Luar Negeri Biro Kerjasama dan Humas LAPAN penyelengaraan event bertaraf internasional ini bertujuan meningkatkan capacity building negara-negara anggota APSCO di bidang Global Navigation Satelite System (GNSS) beserta teknologi terapannya. Selain itu, penyelenggaraan event ini juga sekaligus sebagai sarana meningkatkan kapasitas SDM Indonesia di bidang yang sama.

"Tujuan terselenggaranya event ini adalah meningkatkan capacity building negara-negara anggota di bidang GNSS dan teknologi terapannya." Ujar Chris kepada Radar Indonesia News di All Sedayu Hotel.

Tujuan utama pelatihan ini lanjut Chris adalah memperkenalkan state of art dan tren masa depan teknologi GNSS, mempromosikan kemampuan teknologi inovatif  dari GNSS dan pemanfaatanya, memperkenalkan bagaimana membangun aplikasi GNSS secara lengkap, mempromosikan kerjasama di bidang GNSS beserta teknologi dan pemanfaatannya dan juga sebagai wadah pertukaran ide dan keahlian antar peserta yang berasal dari perwakilan negara-negara anggota dan Indonesia.

Selain itu harap Chris, dengan pelatihan ini dapat terwujud cikal bakal komunitas GNSS yang akan memanfaatkan teknologi kenavigasian demi kemaslahatan masyarakat Indonesia.

Materi pelatihan pada event tersebut berkisar tentang introduction to GNSS System, basedband Processing, GNSS receiver: Structure, design and software dan BeiDou ICD Introduction and GNSS application yang disampaikan oleh para ahli dari China./F

Hiduplah Tanpa Ketakutan Dan Keluar Dari Comfort Zone

Ilustrasi Foto:Radar Indonesia News
RADAR-INDO.COM, JAKARTA - Salah satu ketakutan kita keluar dari comfort zone adalah rasa sakit. Yeah, ketakutan adalah pelindung dari comfort zone. Padahal, banyak orang yang sukses dengan menembus comfort zone dan ketakutan mereka. 

Kata Taylor Swift, hidup tanpa ketakutan itu adalah ketika kita takut melompat, tapi kita tetap lompat. Masa depan dan takdir memang merupakan sesuatu yang gelap dan tak kita ketahui. Tapi sebelum sukses, seseorang pernah berkata, "Aku memang tidak tahu masa depan. Tapi, kalau tidak kulalui, aku tak akan pernah tahu."

Ketakutan yang kita alami itu melalui beberapa hal. Yang pertama adalah ketakutan akan melangkah. Itulah yang menyebabkan langkah pertama selalu menjadi langkah yang paling berat. Tapi percayalah, setelah mencoba langkah pertama, Anda akan punya keyakinan pada langkah kedua dan makin ringan untuk langkah berikutnya. 

Ketakutan yang kedua adalah ketakutan akan kegagalan. Agar tidak klise, mari kita bayangkan bahwa sebuah kegagalan itu memang menyakitkan. Pilihannya, Anda ingin menjadikan kegagalan itu sebagai trauma, atau sebagai pemicu yang membuat Anda lebih kuat. Yang tak akan melakukan kesalahan yang sama dan belajar dari kegagalan. Mana yang kedengaran lebih hebat? 

Hiduplah tanpa ketakutan, kecuali pada Tuhan. Hiduplah tanpa terkekang aturan, tapi jalanilah dengan kesadaran dan kegigihan. Hadapilah sebuah resiko, maka Anda akan tahu bahwa Anda lebih kuat dan pemberani dari yang Anda bayangkan. Sebuah petualangan yang kita lihat mengerikan, bila dicoba terus sebagai rutinitas, bisa mengasah kekuatan yang mematikan. Termasuk, mematikan ketakutan Anda sendiri. 

Ladies, jangan takut tersakiti. Jangan takut gagal. Jangan takut melangkah. Jangan takut pada masa lalu atau masa depan. Lebih baik jadi singa sehari, daripada jadi domba seumur hidup. /(vem-rin)


Kapolri: Silakan Polisi yang Ditangkap Malaysia Dihukum Mati

Kapolri Jenderal Sutarman
Kapolri Jenderal Sutarman (Anhar Rizki Affandi)
RADAR-INDO.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Sutarman menyerahkan proses hukum sepenuhnya dua perwira polisi AKBP Idha Endri Prastiono dan Bripka Harahap yang tertangkap terkait dugaan kejahatan narkotika di Kuching Malaysia. Bahkan Sutarman menyerahkan kalau penegak hukum mengganjar hukuman maksimal kepada dua anggotanya itu. 

"Kalau seandainya terbukti sindikat tapi barangnya tidak ditangannya. Malaysia itu kalau barangnya ditemukan di tangannya, hukumannya berat mungkin hukuman mati. Tapi barangnya tidak di situ," ujarnya di studio tvOne, Jakarta, Senin malam 1 September 2014. 

Ia mengatakan jika barang bukti tidak ada di situ, ia menduga ada bukti lain yang mengaitkan dua polisi dengan barang yang ditangkap di Kuala Lumpur. 

Sutarman melanjutkan, jika memang keduanya terbukti bersalah, mereka harus mendapatkan hukuman yang sangat berat. Sebab keduanya merupakan penegak hukum yang seharusnya menjadi contoh masyarakat.

"Kalau betul-betul itu salah, kita menghormati hukum Malaysia dan hukum seberat-beratnya. Karena itu adalah aparatur penegak hukum, hukumannya harus lebih dari yang lain," tuturnya.

Meski keduanya diduga kuat terlibat dalam kejahatan berat, namun Polri tak lepas tangan. Insitusi penegak hukum itu, kata Sutarman bakal memberikan bantuan hukum. Polisi akan mengirimkan tim advokat ke Negeri Jiran. 

"Sebagai warga negara dia punya hak untuk bantuan itu, tentu kami mengirim bantuan itu untuk menilai betul. Jangan sampai kalau tidak bersalah dilakukan tindakan keliru, kalau salah kita menghormati hukum yang berlaku," ujar mantan Kabareskrim itu. 

Kata dia, di luar proses hukum di Malaysia, Polri juga akan menggelar sidang etik terhadap keduanya. Diketahui keduanya sering melanggar etik selama ini dan sudah terakumulasi. 

"Kami larikan ke sidang kode etik, keputusan kode etik itu dua. Dia masih layak menjadi anggota polisi atau tidak layak. Kalau layak tentu ada pembinaan, kalau tidak layak tentu dilakukan pemberhentian. Kami lihat perkmbangannya seperti apa," tegasnya. /(vv-rin)
 
 

Dewan Pers: Tanpa Independensi, Usia Media Cuma 6 Bulan

Anggota Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo
Anggota Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo (news/Tri Saputro)
RADAR-INDO.COM, JAKARTA  - Dewan Pers mengingatkan bahwa bisnis media merupakan bisnis kepercayaan. Sekali mengkhianati nilai-nilai jurnalistik, seperti independensi. maka masyarakat akan meninggalkan media tersebut.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi Hukum Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo, saat menerima kunjungan aktivis Gerakan Kebhinekaan untuk Pemilu Berkualitas di kantor Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu 12 Februri 2014.

"Media kecil, siap terima apapun tergantung yang bayar. Bahkan suara tulisan bisa disesuaikan dengan uang yang masuk. Media seperti ini umurnya tidak akan panjang, paling lama enam bulan," kata Yoseph.

Yoseph mengatakan sikap independen media akan melahirkan berkah dan umur yang panjang.
Dia mencontohkan, media seperti Tempo dan Kompas. Menurutnya, kedua media itu adalah media besar yang relatif bisa menjaga independensinya hingga saat ini.

"Salah satu cara untuk menjaga independensi, media harus membedakan antara ruang iklan dan news room. News room itu independen," ujarnya.

Yoseph mengimbau agar para wartawan tidak menjadi calon anggota legislatif (caleg). Bagi mereka yang menjadi caleg, dia menyarankan untuk cuti atau bahkan mengundurkan diri dari profesi wartawan.

"Tugas wartawan itu mencari, mengolah informasi untuk publik. Kalau jadi caleg dia bekerja untuk kepentingan kelompok, atau partai tertentu. Bagaimana dia menjaga independensi?" katanya.


Yoseph juga menyarankan para wartawan untuk tidak menjadi anggota tim sukses caleg, partai atau capres tertentu dalam Pemilu 2014. "Kalau tidak cuti, mengundurkan diri saja," katanya.

Lebih lanjut, Yoseph mengkritik media yang berusaha beropini dengan meminjam mulut orang lain. Dengan meminjam mulut seorang narasumber, mereka bertujuan memojokkan kelompok tertentu.

Katanya, dengan memilih orang yang berpandangan sempit sebagai narasumber adalah tanggung jawab wartawan dan medianya, bukan narasumber. "Hati-hati," ucapnya.

Dia menambahkan alasan memenuhi syarat cover both side dengan memberi kesempatan pada narasumber yang berpikiran fanatik secara sempit tak dapat diterima. Misalnya dalam kasus kekerasan terhadap minoritas.

"Kewajiban media melakukan verifikasi, dan pembuktian. Tidak cukup jurnalisme pacuan kuda. Seperti, lembaga survei X, menempatkan Jokowi nomor satu, Prabowo nomor dua. Besok, survei lain berbeda. Tinggalkan itu. Jurnalisme yang baik itu jurnalisme yang melihat kelompok-kelompok marginal," katanya. (eh)/(vv-rin)

Kerja Sama Media Online ASEAN-China Masih Temui Kendala

Industri media berbasis internet dapat menjadi sarana bagi upaya mengkritisi kebijakan pemerintah. (foto ilustrasi)
Industri media berbasis internet dapat menjadi sarana bagi upaya mengkritisi kebijakan pemerintah. (foto ilustrasi) (REUTERS/Brian Snyder)
RADAR-INDO.COM, JAKARTA  - Penggiat pers dari negara-negara ASEAN dan Tiongkok menjajaki peluang kerja sama untuk mengembangkan industri media online. Upaya itu terkait dengan pesatnya perkembangan industri internet berbasis konten di kedua kawasan.

Dalam diskusi bertajuk China-ASEAN Workshop on News Website Development and Cooperation, di Beijing, China, Senin, 1 September 2014, mengemuka sejumlah gagasan untuk mencari format kerja sama saling menguntungkan.

Bahkan, inisiatif itu diharapkan menjadi sarana diplomasi publik bagi negara-negara di ASEAN maupun Tiongkok. "Informasi dan teknologi saat ini sangat dibutuhkan dan berkembang sangat cepat. Apalagi bila menyikapi isu global dengan segala perspektifnya," kata Liu Chang, Dekan Fakultas Jurnalistik dan Komunikasi, University of China.

Liu mengatakan, industri internet diharapkan menjadi model bagi upaya kerja sama itu, karena peluang untuk makin berkembang cukup besar. Untuk itu, dia berharap inisiatif tersebut terus dipromosikan, termasuk dengan memanfaatkan jaringan media sosial.

"Saya percaya media, khususnya news website di ASEAN dan China dapat merumuskan ide konstruksi jurnalistik terkait upaya kerja sama itu, sehingga dapat dijadikan sebagai sarana diplomasi publik," ujar Liu.

Selain itu, Liu menjelaskan, industri media berbasis internet dapat menjadi sarana bagi upaya mengkritisi kebijakan pemerintah. Meskipun dia menilai, berita-berita positif di sebagian negara masih menjadi harapan pemerintah.

Menyikapi gagasan kerja sama antar media online itu, sejumlah pelaku di industri tersebut menyampaikan pendapat beragam. Walaupun ide tersebut menarik dalam pengembangan media online, tapi akan sulit dalam implementasinya.

"Masing-masing negara memiliki kebijakan yang berbeda terkait media. Saya rasa tidak akan mudah," kata Chay F. Hofilena, Head Investigative Desk and Training, Rappler, Filipina.

Pendapat senada diungkapkan Serath Nguon, Chief Editor and General Manager, Cambodia Express News. Dia menilai, kerja sama media antara ASEAN-Tiongkok, penting, namun masing-masing negara memiliki perbedaan model bisnis. "Ini tidak mudah, mekanismenya nanti seperti apa," ujar Serath.

Dia menambahkan, persoalan utama nantinya adalah terkait faktor nasionalisme. Rasa kebangsaan masing-masing negara sudah pasti akan berbeda.

"Apalagi di Kamboja, sumber daya manusia di bidang media tidak banyak, demikian juga dengan kontributor," tuturnya.

Faktor lainnya, Serath menjelaskan, untuk membuka jalinan kerja sama ini akan terkendala koordinasi. Karena masing-masing pengelola media online tidak saling kenal. "Jadi diperlukan komunikasi yang efektif," ujarnya.

Namun, dia mengusulkan, dalam tahap awal bisa dilakukan dengan memberikan kolom khusus di masing-masing media online. Kolom ini yang nantinya berisikan berita-berita dari negara ASEAN dan Tiongkok.

Sementara itu, perwakilan dari Thailand, Varit Limthongku, Director of Website Operation, Manager Online, mengatakan, problem lainnya terkait upaya kerja sama itu adalah soal bahasa. Selain itu, tidak banyak sumber daya manusia yang bisa mengawasi berita yang akan ditayangkan.

Meski demikian, Deputy Chief Editor, Global Web, Tiongkok, Shi Ding menilai, upaya mencari konstruksi jurnalistik terkait gagasan kerja sama antar media online di ASEAN dan China masih terbuka. "Saya kira prospeknya bagus dan bisa saling meng-cover," tuturnya.

Deputy Director General of Information Department, Kementerian Luar Negeri, Tiongkok, Tian Qi, mengatakan, China menyambut baik upaya kerja sama dengan pelaku media di ASEAN itu. "Selama ini, kami menganggap ASEAN sebagai salah satu mitra besar," ujar Tian dalam jamuan makan malam.

Dia menjelaskan, pemerintah Tiongkok juga terus bekerja sama dengan media-media tradisional maupun online di negaranya. Upaya ini sebagai sarana untuk menjalin hubungan baik, terutama dalam setiap penyampaian kebijakan pemerintah./(vv-rin)
 
 

Pesan Sutiyoso ke Ahok: Jangan Bombastis

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat diskusi soal megapolitan di DPR.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat diskusi soal megapolitan di DPR. (ANTARA/M Agung Rajasa)
RADAR-INDO.COM, JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 Sutiyoso memiliki beberapa pesan kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang sebentar lagi akan naik jabatan menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Bang Yos, demikian sebutan Sutiyoso, berpesan agar Ahok tidak terlalu bombastis lagi dalam menyampaikan perkataan-perkataannya.

"Saya yakin Ahok bisa bekerja. Cuma ada yang harus diubah, gaya bicaranya yang bombastis," ujar Sutiyoso di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 1 September 2014.

Sutiyoso optimis dalam sisa tiga tahun kepemimpinan, Ahok dan wakilnya akan bisa menyelesaikan semua masalah kronis di ibu kota, terutama masalah transportasi, banjir, dan sampah.

"Sekarang saya lihat semuanya masih ongoing process. MRT, monorel, waterway, busway. Kalau soal transportasi, semuanya saya harap bisa dilanjutkan dan dibuat terintegrasi," kata dia.

Dengan gaya kepemimpinannya yang tegas, Sutiyoso merasa Ahok butuh seorang wakil yang bisa mengimbanginya agar semua program di atas tadi bisa terealisasi.

"Wakilnya harus yang bisa benar-benar mendampingi, mengimbangi, yang halus," ucap Sutiyoso. (adi)/(vv-rin)

Dari Kawasan Kumuh, Pria Ini Sukses Berwirausaha

Mark Pearson
Mark Pearson (Forbes) (Forbes)
RADAR-INDO.COM, JAKARTA  - Baru-baru ini, Mark Pearson, menjual MyVoucherCodes.com, situs yang menjual berbagai tiket perjalanan dengan harga murah, dengan harga US$100 juta.

Dengan menjual bisnisnya itu, seharusnya Pearson bisa bersenang-senang menikmati uang penjualannya itu. Tapi, itu sama sekali tak dilakukan. Menurutnya, dia bukan orang yang bisa dengan mudah melakukan pemborosan.

Dilansir Forbes, Senin 1 September 2014, Pearson bersedia menceritakan kisah suksesnya menjadi entrepreneur yang benar-benar ia lakukan dari nol. Dengan menjadi wirausaha, dia berhasil keluar dari kemiskinan yang menjeratnya.

Melalui ceritanya ini, Pearson berharap menjadi semangat generasi muda yang ingin memulai bisnisnya.

Saat berusia 10 tahun, Pearson hidup bersama ibu, adik dan ayah tiri yang sangat galak. Puncaknya, saat Natal di rumahnya, di kawasan kumuh yang terletak di Liverpool. Pertengkaran ayah dan ibunya, yang ia sendiri tak tahu sebabnya, ayah tirinya itu melakukan kekerasan ke ibu, dia, dan adiknya.

Polisi berhasil menyelamatkannya. Sejak itu, ia, adik, dan ibunya lebih memilih hidup di tempat penampungan perempuan. Melihat itu semua, timbul semangat dalam dirinya untuk bekerja keras dan membahagiakan ibu dan adiknya.

Saat berusia 16 tahun, Pearson berhasil menjadi juara pertama pada kompetisi memasak nasional. Saat berusia 18 tahun, dia ditawari pekerjaan di Claridge, hotel dan restoran bergengsi di London. Dia pun pindah dari Liverpool.

Berapa lama kerja di restoran hotel itu, Pearson kemudian ingin mendirikan restoran sendiri. Bermodal pinjaman, ia pun membuka kedai makanan. Usahanya makanannya pun laris.

Saat berusia 23 tahun, dia ingin memiliki penghasilan yang lebih besar lagi. Iapun memutuskan untuk keluar di bisnis makanan dan beralih ke bisnis digital, bisnis yang benar-benar baru baginya.

"Saya sama sekali tidak memiliki pemahaman mengenai Internet," ungkapnya.

Dia kemudian memutuskan untuk menjual mawar segar dengan harga murah secara online. Usahanya berhasil, ia, adik dan ibunya harus bekerja siang dan malam untuk memenuhi permintaan mawar yang terus bertambah.

Melihat perkembangan itu, ia pun ingin berpindah ke bisnis e-commerce. Ia lalu membuat MyVoucherCodes.com yang menawarkan berbagai tiket perjalanan dengan harga murah, yang belum lama ini dijual.

Pada 2006, dia juga membentuk MarkCoMedia dan dan memiliki beberapa investasi di lain. Pearson membeli situs Last Minute Tickets, perusahaan jasa tiket, seharga 1 juta euro dan membeli saingannya VouChaCha seharga 6 juta euro.

Pada Juni tahun ini, MarkCoMedia telah menyediakan layanan yang bekerja sama dengan 350 bank dan berbagai layanan perusahaan, serta pelanggan seluler seperti Telefonica, Samsung, PCCW Mobile, TurkCell, dan BlackBerry.

Perusahaan itu tumbuh dengan pesat, dari sebelumnya hanya memiliki 20 karyawan, saat ini menjadi 85 orang.

Satu hal yang ingin dia bagi adalah saat Anda memilih memulai bisnis untuk pertama kalinya, Anda harus fokus, dan tidak berkonsentrasi pada hal lain.  

Saat ini Pearson lebih memilih untuk menggeluti situs pemasaran serta menghabiskan banyak waktunya dengan istri dan anak kembarnya yang baru berusia dua tahun./(vv-rin)
 
 

Indonesia Tanpa Gelar di Kejuaraan Dunia, PBSI Tak Kecewa

Tommy Sugiarto di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2014
Tommy Sugiarto di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2014 (REUTERS)
RADAR-INDO.COM, JAKARTA  - Ketua Umum PP PBSI, Gita Wirjawan, tidak terlalu kecewa dengan hasil wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2014. Meski tidak sepenuhnya memenuhi target, Gita tetap mengapresiasi hasil yang didapat Tommy Sugiarto dan kawan-kawan.

Indonesia tampil di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2014 tanpa sejumlah pemain terbaiknya. Ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, yang berstatus juara bertahan di Kejuaraan Dunia, harus absen karena cedera.

Indonesia juga tidak bisa diperkuat tunggal putra Simon Santoso pada kejuaraan yang berlangsung di Ballerup Super Arena, Copenhagen, Denmark, 25-31 Agustus 2014. Prestasi terbaik wakil Indonesia di kejuaraan tahun ini diraih Tommy Sugiarto, yang melangkah hingga babak semifinal tunggal putra.

Meski Indonesia gagal meraih gelar, Gita tidak sepenuhnya kecewa. Mantan Menteri Perdagangan itu tetap mengapresiasi kerja keras yang diperlihatkan wakil Merah Putih.

"Selamat kepada Tommy atas keberhasilannya memenuhi target medali perunggu. Buat pemain yang lain, jangan putus asa, karena saya yakin semua sudah berusaha maksimal. Ke depannya, kami akan mengevaluasi penampilan para atlet dan memperbaiki kekurangan yang ada, guna mencapai target yang ditetapkan PBSI," ujar Gita seperti dilansir situs resmi PBSI.

Hanya Tommy yang mampu memenuhi target PBSI. Ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, yang juga ditargetkan menembus babak 4 besar, hanya mampu melangkah hingga ke babak perempat final.

"Secara keseluruhan hasil yang dicapai pemain-pemain Indonesia cukup baik, walaupun ada beberapa yang targetnya belum tercapai. Namun, sektor ganda putri juga mencatat prestasi cukup baik lewat pasangan Anggia Shitta Awanda/Della Destiara," ujar manajer tim Indonesia, Lius Pongoh. (one)/(vv-rin)

Pebulutangkis Cantik Spanyol Cetak Sejarah

Pebulutangkis putri Spanyol, Carolina Marin.
Pebulutangkis putri Spanyol, Carolina Marin. (REUTERS)
RADAR-INDO.COM, SPANYOL  - Pebulutangkis tunggal putri Spanyol, Carolina Marin, mencetak sejarah pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2014. Pemain 21 tahun itu menjadi pebulutangkis asal Spanyol pertama yang mampu merebut gelar juara dunia.

Marin membuat kejutan pada final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2014 yang berlangsung di Baller Super Arena, Copenhagen, Denmark, Minggu 31 Agustus 2014. Marin berhasil mengalahkan unggulan pertama asal Tiongkok, Li Xuerui, dalam permainan tiga set 17-21, 21-17 dan 21-18.

Seperti dikutip dari situs resmi BWF, Marin menjadi pebulutangkis asal Spanyol pertama yang berhasil menjadi juara di Kejuaraan Dunia. Pemain kelahiran 15 Juni 1993 itu juga menjadi pebulutangkis Eropa pertama setelah Camilla Martin (Denmark) yang mampu merebut gelar juara dunia di nomor perorangan.

"Saya tidak bisa berkata-kata, karena ini sangat luar biasa. Saya tidak terlalu gugup. Saya hanya terus berjuang hingga set terakhir. Di set 3, saya mulai percaya bisa menjadi juara. Saya pikir Li mulai kelelahan," ujar Marin.

Prestasi yang ditorehkan Marin terbilang luar biasa. Pasalnya, olahraga bulutangkis masih berkembang di Spanyol. Bulutangkis kalah populer dari olahraga seperti sepakbola, bola basket dan bola tangan.

"Sejak masuk semifinal, target saya hanya memenangi turnamen ini. Saya tidak mau medali perunggu atau perak, saya hanya mau medali emas. Jadi, saya berjuang hingga terakhir, dan kini saya sangat senang," ucap Marin. (one)/(vv-rin)

Cameron Larang Jihadis Inggris Kembali ke Tanah Air

Cameron Larang Jihadis Inggris Kembali ke Tanah Air

Diperkirakan ada sekitar 500 warga Inggris telah berangkat ke Suriah.

ddd
Senin, 1 September 2014, 17:16
Perdana Menteri Inggris, David Cameron
Perdana Menteri Inggris, David Cameron (REUTERS/Olivia Harris )
VIVAnews - Perdana Menteri Inggris, David Cameron, tengah mempertimbangkan kebijakan larangan bagi jihadis asal Inggris kembali ke negaranya, setelah mereka berperang di Irak dan Suriah. Larangan masuk ke Inggris ini berlaku untuk sementara waktu.

Dikutip dari laman BBC, Senin 1 September 2014, kendati begitu, pemerintah belum mencabut kewarganegaraan bagi para jihadis asal Inggris. Kebijakan itu, merupakan salah satu langkah dari paket anti-terorisme yang akan disahkan Inggris.

Cameron dan Wakil Perdana Menteri, Nick Clegg, akan mengadakan negosiasi terakhir mengenai paket kebijakan tersebut. Sebab, mereka juga harus mempertimbangkan keseimbangan antara keamanan nasional dan kebebasan sipil. 

Dalam sebuah pernyataan, Cameron juga akan mengumumkan rencana yang memudahkan pemerintah mencabut paspor para calon jihadis yang ingin bepergian ke luar negeri. 

"Pemerintah kini tengah mempertimbangkan beberapa kebijakan untuk membuat negara ini tetap aman dalam menghadapi ancaman dari ekstrimisme Islam," ungkap seorang sumber pemerintah. 

Selain itu, lanjut sumber tadi, pemerintah juga tengah berupaya untuk menghentikan warga Inggris kembali pulang , apabila mereka diduga berpartisipasi dalam tindak terorisme di luar negeri.

"Sebelumnya, kekuatan untuk mencegah individu kembali ke Inggris berlaku hanya bagi warga asing, individu yang memiliki dua kewarganegaraan dan warga naturalisasi," tambah sumber tersebut.

Dia turut membenarkan, jika paket kebijakan sudah memasuki tahap akhir untuk disahkan. Lalu, Cameron dijadwalkan akan memberi pernyataan pada hari ini. 

Sementara itu, mantan Pemimpin Partai Demokrat Liberal, Menzies Campbell, mengatakan kebijakan yang tengah digodok Cameron kemungkinan melanggar hukum. Dalam pandangannya, membuat warga negaranya sendiri menjadi tidak memiliki kewarganegaraan dianggap ilegal dalam hukum internasional.

"Saya pikir, itu agak sulit dan mungkin tidak sesuai hukum," kata Campbell.

Dia menambahkan, kebijakan tersebut, dapat menjadi ujian bagi pengadilan di Inggris dan kemungkinan pengadilan Hak Asasi Manusia di Eropa. Partai Demokrat Liberal, ungkap Campbell, hanya akan menyetujui beberapa kebijakan yang dibuat secara tenang dan berdasarkan bukti-bukti dasar yang tetap mempertahankan kemerdekaan warga Inggris.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Teresa May, telah memiliki kekuatan untuk mencabut paspor seseorang jika individu itu membahayakan keamanan publik. Ancaman teror di Inggris pun ditingkatkan dari "kuat" (substansial) menjadi "genting" (severe). Ini menyiratkan, serangan teror sangat mungkin terjadi, walaupun tidak ada masukan tentang kemungkinan akan adanya serangan sewaktu-waktu.

Peningkatan status ini merupakan kedua tertinggi dalam lima tingkat kemungkinan ancaman teror di Inggris. Kebijakan serupa juga pernah diambil pada tahun 2011 lalu.

Setidaknya, ada sekitar 500 warga Inggris telah berangkat ke Suriah. Walaupun beberapa Menteri telah mengatakan tidak memiliki jumlah angka yang tepat. 

Sementara itu, informasi dari petugas polisi, jumlah orang yang telah ditahan di Inggris, akibat terkait aktivitas teroris mencapai 69 orang. (asp)/(vv-rin)

Advertorial

NewSmart

Mau Baju Muslimah?

HD Display 2 Front Firing Speakers

Vivall.TV Streaming

Dengarkan Alunan Radio Mustang

Selamat datang di Radar Indonesia News (www.radar-indo.com) Sampaikan kritik dan saran Anda demi kemajuan kami melalui email: indonesiaradar@gmail.com atau kontak kami di (021) 71792004 dan sms center:081284194434


 
Support : Radar URL Stats ONLINE | Radar Flag Counter | twitter:@radar_indonesia
Copyright © 2013. Radar Indonesia News - All Rights Reserved
Template Created by radar-indo.com Published by radar-indo.com
Proudly powered by radar-indo.com