LOGO manshoot Kami perlu masukan pembaca. Silakan kirim saran ke indonesiaradar@gmail.com / radar@indonesia.net atau hubungi 021.71795049/71792004
Berita Terbaru

Bersih-bersih Harus Dibiasakan Bukan Hanya Demi Adipura

Written By radar indo on Friday, March 27, 2015 | 1:37 PM

ilustrasi: Radar Indonesia News
RADAR-INDO.COM, JAKARTA - Kasi Kebersihan Kecamatan Pasar Munggu JAJA SUTEJA meminta Stafnya fokus bekerja untuk menjaga kebersihan wilayah.

Sebagai Kasi kebersihan kecamatan pasar minggu Jakarta Selatan itu juga meminta pihaknya Jangan melakukan aksi bersih-bersih hanya untuk meraih penghargaan piala Adipura, saat sidak ke Pasar Minggu, Jalan Pejaten barat, Kecamatan Pasar minggu, Jumat (27/4).

Jaja mengaku, selama ini dia masih sering menemukan sampah menumpuk di sejumlah lokasi dan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang membuat kawasan terlihat semrawut dan kumuh.

Jaja meminta, “Jangan sampai setelah penilaian Adipura selesai, semua tidak fokus lagi bekerja," terangnya.(Af)

59 Warga Diajukan Ke PN Jakarta Selatan Akibat Tipiring

Sidang Tipiring. (Foto:Toto/Radar Indonesia News)
RADAR-INDO.COM, JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan mengajukan puluhan warga ke sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Ini menindak lanjuti perintah Walikota Jakarta Selatan Syamsuddin Noor, kalau ada masyarakat membuang sampah sembarangan dan berjualan di atas fasilitas umum akan diajukan ke meja hijau.

Bukan hanya pelanggaran terhadap penempatan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) difasilitas umum, tetapi juga warga yang tertangkap tangan membuang sampah sembarangan yang akan disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Yang kita ajukan ada 59 perkara. Terdiri dari 57 perkara untuk PKL dan 2 perkara untuk warga yang tertangkap tangan buang sampah," ujar Sulistiarto Kasatpol PP Jakarta Selatan, Jumat (27/3).

Menurut Sulistiarto, warga yang diajukan ke PN Jakarta Selatan merupakan para pelanggar Perda No 8/2007 tentang ketertiban umum. Selain itu untuk para pembuang sampah melanggar Perda No 3/2013 tentang pengelolaan sampah. "Mereka sudah terbukti bersalah. Operasi tangkap tangan cukup efetif sampai saat ini, karena mereka tidak bisa mengelak lagi,"ujarnya.

Hasilnya, dari 59 perkara hanya 31 yang divonis oleh Hakim Sihar H Purba SH, yang memimpin sidang. "Ada 31 perkara yang divonis hari ini. Rinciannya 31 PKL, dan 28 warga tidak hadir /verstek. Saat sidang berlangsung Hakim tegaskan para pelanggar akan dijatuhkan sanksi yang lebih berat apabila mengulangi perbuatannya,”terangnya.

Sulistiarto menegaskan bahwa vonis yang diberikan hakim hanya untuk membuat jera para pelaku. Dan sekaligus sebagai peringatan, bahwa pemerintah sudah tegas menegakkan aturan. "Memang kalau PKL hanya Rp 100 ribu, dan warga buang sampah sembarangan Rp 150 ribu ditambah biaya perkara Rp 1000,-. Dengan diajukan sebagai terdakwa tipiring, mereka akan jera," tegasnya.

Dari hasil sidang tipiring kali ini, denda yang terkumpul sebanyak Rp3.206,000,-. "Sisanya yang belum menjalani sidang akan verstek. Dan kita akan terus melakukan operasi agar tidak ada lagi PKL yang berjualan fasilitas umum, serta warga yang buang sampah sembarangan," tandasnya.

Yuradi (35) warga kp Bintaro RT 006/03 Pesanggrahan Selatan mengaku bersalah telah berjualan di trotoar di Jl Ulujami Raya dan tidak akan berjualan disitu lagi./Toto

Potret Cinta Ibu yang Membuat Hatiku Bergetar

Ilustrasi. | Foto: copyright thinkstockphotos.com
RADAR-INDO.COM, JAKARTA - Menjadi ibu bukan perkara mudah. Ada banyak hal yang harus dikerjakan. Tanggung jawab yang dimiliki juga sangat banyak. Ladies, jika selama ini kita sering meragukan cinta ibu kepada kita, coba kita luangkan waktu sejenak menonton video berdurasi 2:37 menit berikut ini.

Video yang dibuat oleh AmazingVIDEO ini didedikasikan untuk seluruh ibu yang ada di dunia. Menampilkan kesibukan sehari-hari para ibu. Mulai dari merawat anak, membereskan urusan rumah tangga, menjaga anak yang sedang sakit, dan memastikan anak bisa tertidur lelap di pelukan.
 
 
“A mother is the truest friend we have, when trials heavy and sudden fall upon us; when adversity takes the place of prosperity; when friends desert us; when trouble thickens around us, still will she cling to us, and endeavor by her kind precepts and counsels to dissipate the clouds of darkness, and cause peace to return to our hearts.”
― Washington Irving 
 
Seorang ibu tak punya "jam kerja". Setiap saat, setiap detik waktunya akan selalu dihabiskan untuk melakukan sesuatu. Ada saja kesibukan yang harus dikerjakan. Baru selesai melakukan satu hal, masih ada banyak hal menumpuk lain yang harus dikerjakan.

Kalau pun ibu ketiduran, itu karena ia sudah sangat kelelahan. Saat tenaganya sudah terkuras habis, barulah ia tidur. Tapi jika anak-anaknya belum tidur atau tercukupi kebutuhannya, seorang ibu bisa jadi terjaga sepanjang malam.

Apa yang sudah dilakukan ibu kita sudah merangkum semua definisi cinta yang ada. Setiap pelukan yang ia berikan bukti cinta tanpa syarat darinya. Ketika tangannya mengelus-elus kepala kita, ada doa-doa indah yang ia rapalkan. Semua ibu pasti ingin yang terbaik untuk kita semua.

Ladies, jangan lupa untuk selalu mendoakan ibu kita. Peluklah ia selagi masih ada waktu. Ucapkan terima kasih padanya selagi kita masih bisa mencium tangannya./(vem)

Kepala Disdik Tutup Lomba Apresiasi PTK PAUD Berprestasi

Guru seperti induk ayam.(PKP)
RADAR-INDO,COM - DEPOK-Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Heri Pansila mengungkapkan, bahwa angka partisipasi kasar (APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Depok, pada tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) berada diurutan nomor buncit.
 
“Maka dari itu, diharapkan seluruh kepala sekolah dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Depok agar terus meningkatkan kompetensi untuk menggenjot angka partisipasi kasar (APK) PAUD Kota Depok,” ungkapnya  Kamis (26/3/2015), saat menutup lomba Apresiasi Pendidik Tenaga Kependidikan (PTK) PAUD Berprestasi Tingkat Kota Depok, di gedung Dibaleka.
 
Dia menjelaskan, bahwa esensi dari digelarnya perlombaan ini sesungguhnya bukan untuk mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah. Tapi lebih pada mengasah kompetensi kepala sekolah dan guru dalam memimpin institusinya.
 
"Untuk menjadi kepala sekolah tidak harus pintar, cerdas, dan memiliki nilai baik. Tapi bagaimana ia peduli dengan lingkungan. Artinya, bisa membangun lingkungan sekitar sehingga melahirkan generasi yang berprestasi," jelas Heri.
 
Heri juga mencontohkan, bahwa seorang guru seperti seekor induk ayam yang tengah menetaskan anaknya. Selama 21 hari, si induk mengeramkan telurnya dengan penuh kelembutan, kehangatan, kasih sayang dan pengorbanan yang pada akhirnya berhasil menetaskan sang anak. "Begitu juga tugas seorang guru, bagaimana mengajarkan siswanya dengan penuh kelembutan, kehangatan, kasih sayang serta pengorbanan maka lahirlah generasi masa depan Depok yang potensial," ujarnya.
 
Heri menegaskan, namun induk ayam tidak memiliki seluruh kreteria tersebut maka yang keluar bukan anak ayam tapi telor mata sapi atau telor busuk. "Sekali lagi saya tekankan bahwa kompetisi ini untuk membangkitkan semangat pantang menyerah dan mau berkorban para kepala sekolah serta guru," tandasnya. /Fli/Sd/PKP
 

Merasa di Bohongi Soal Usulan PLN

“Pihak Desa sudah pernah datang langsung ke PLN Kalbar di Pontianak, tapi hingga saat ini listrik yang diharapkan tak ada kabar. Bahkan  Warga Segori Dusun Kedomba Desa Gonis Tekam, Ancam Boikot PBB” 

 
RADAR-INDO.COM, SEKADAU-Pemerintah selalu menghimbau agar seluruh masyarakat yang menjadi wajib pajak agar tak luput melunasi kewajibannya sebagai warga negara untuk membayar pajak, baik pajak SPT orang pribadi, pajak bumi dan bangunan, dan pajak jenis lainnya. 
 
Kewajiban membayar pajak sejauh ini relatif membaik. Namun, masyarakat Dusun Segori dan Dusun Kedomba, Desa Gonis Tekam Kabupaten Sekadau, mengancam tak mau bayar PBB. Tentu mereka punya alasannya lain.
 
Jumlah kepala keluarga di Dusun Segori dan Kedomba lebih kurang 389 KK, rata-rata penduduk dua dusun ini bermata pencarian sebagai petani padi dan perkebunan kelapa sawit. 
 
Jumlah PBB yang dipungut Pemdes setempat pada tahun terakhir berjumlah lebih kurang Rp. 26 juta. Nilai yang tidak sedikit tentunya untuk pemasukan negara. 
 
Namun, keengganan masyarakat di dua dusun ini untuk membayar PBB karena mereka merasa terus-menerus dibohongi. Untuk diketahui, warga dua dusun sangat mendambakan aliran listrik dari PLN. Saking berkeinginan punya listrik, warga bersedia memenuhi segala persyaratan, termasuk urusan biaya. 
 
Lokasi kedua dusun ini pun tak begitu jauh dari gardu terakhir milik PLN. Di Desa Gonis Tekam, hanya dua dusun ini yang belum terelektrifikasi. Namun, sampai detik ini juga rumah-rumah warga masih gelap. 
 
Bagi yang ekonominya cukup mungkin mampu membeli generator set, tapi tidak dengan warga lain yang ekonominya pas-pasan. Mau tak mau, lampu minyak jadi tumpuan selama puluhan tahun. 
 
Sejatinya, sejak tahun 2013 lalu sempat berhembus angin segar. Kala itu, ada kabar yang menyebutkan PLN akan segera mengaliri listrik di dua wilayah itu. Namun apa, lanjutnya Warga harus gigit jari. Sampai sekarang, jangankan penerangan listrik, tiangnya pun tak ada. 
 
“ Warga selama ini sering bertanya kepada kami, kapan PLN akan masuk. Di Engkersik dan Seransa saja sudah masuk. Padahal jarak Engkersik dengan Segori hanya kurang lebih 3 kilometer. Sedangkan dari Seransa Kedomba hanya  5 kilometer. Tapi kok di dua wilayah ini tidak bisa masuk listrik,” keluh Agustinus, pemuda Segori yang juga staf Desa Gonis Tekam, (25/3/2015). 
 
Usulan kepada PLN pun sudah berkali-kali, baik lewat proposal maupun secara verbal. Pemerintah Desa Gonis Tekam pada awal 2012 telah melayangkan proposal lengkap dengan rekomendasi Camat dan Bupati. 

“ Namun kenyataannya sampai saat ini belum ada tanda-tanda PLN akan masuk ke dusun Segori dan Kedomba. Bahkan, pemerintah desa juga pernah datang langsung ke PLN wilayah Kalimantan Barat di Pontianak untuk menguatkan usulan,” ungkap Agus. 
Soal ultimatum memboikot PBB, menurut Agus itu merupakan bentuk kekesalan warga yang merasa selalu dibohongi. Namun, bukan berarti warga tidak taat pajak ataupun tak ngerti hukum. 

“ Masyarakat kami sadar akan hukum kok. Kami mengerti membayar pajak itu adalah kewajiban sebagai warga negara untuk membangunkan negara ini . Namun, kalau pajak bayar terus tapi keinginan masyarakat tak dipenuhi ya untuk apa juga. Dimana keadilan dan kebijaksanaan itu,” cetusnya. /mus/yhy/PKP

Wabup Pantau Lomba Desa Di Entabuk

Rupinus.(PKP)
RADAR-INDO.COM, SEKADAU - Wakil Bupati Sekadau, Rupinus SH.M.Si. Kepala Badan Kesbangpol Pemdes.Drs.Bayu Dwi Harsono, ME.Asisten II Bidang Perekonomian dan kesejahteraan rakyat.H.Abdul Gani SH.M.Si.camat Belitang Hilir.Paulus Misi.S.Pd dan muspika serta tokoh masyarakat dan tokoh agama Desa Entabuk.
 
Rombongan Wakil Bupati disambut dengan musik tradisional Tar dan dibawa pengurus Desa dan warga mengitari pusat Desa Entabuk dengan berjalan kaki dimana di Desa entabuk terdapat keharmonisan dua etnis besar di Kabupaten Sekadau warga suku dayak dan suku melayu yang hidup berdampingan dalam satu pemerintahan Desa.
 
Kepala Desa Entanbuk,Lukas dalam sambutanya mengatakan, pihaknya menyampaikan ucapan terimakasih kepada muspika yang memilih Desa entabuk sebagai wakil dari kecamatan Belitang Hilir dalam lomba Desa tingkat Kabupaten Sekadau.
 
"Menjadi juara memang tujuan,meski demikian kami tidak berharap banyak dan mengharuskan menjadi juara,karena melalui kegiatan ini banyak dampak fositip yang kami dapat salah satunya meningkatkan semangat gotong royong di masyarakat desa kami," papar Lukas.
 
Kepala Badan Kesbangpol Pemdes Drs.Dwi Bayu Harsono ME dalam laporanya mengatakan,latar belakang kegiatan dalam rangka mewujudkan pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan.
 
"Perlu dilakukan penguatan kelembagaan,peningkatan motivasi dan swadaya gotong royong masyarakat di desa dan kelurahan," kata Bayu.
 
Selain itu, untuk menilai keberhasilan pembangunan desa dan kelurahan,maka perlu dilakukan perlombaan desa dan kelurahan secara terarah.
 
Ditambahkan Bayu, sebagaimana diatur dalam peraturan menteri dalam negeri no 13 tahun 2007 tentang penyelengaraan perlombaan desa dan kelurahan,bahwa penilaian lomba desa dilaksanakan secara berjenjang,mulai dari tingkat kecamatan,tingkat Kabupaten/kota dan
tingkat Provinsi sampai pada tingkat Nasional.
 
Tanggal 18 maret dilaksanakan di Desa tembesuk,Nanga Mahap.23 Maret di Desa Maboh permai,Belitang.25 Maret di Desa Entabuk, Belitang Hilir.27 Maret di Desa Nanga Kiungkang,Nanga Taman,2 April di Desa Sungai Antu Hulu,Belitang Hulu.6 April Desa Rawak Hilir,Sekadau Hulu.8 April Desa Timpuk,Sekadau Hilir,"papar Bayu menjelaskan waktu dan tempat pelaksanaan penilaian.
 
Sementara itu, Rupinus,SH,M.SI Wakil Bupati Sekadau yang juga kandidat kuat sebagai Bupati Sekadau selanjutnya dalam sambutan menyampaikan,sebagaimana diatur dalam peraturan menteri dalam negeri no 13 tahun 2007 tentang penyelengaraan perlombaan desa dilaksanakan secara berjenjang,sampai pada tingkat pusat dalam rangka pemberdayaan
masyarakat desa dan kelurahan.
 
Perlu dilakukan penguatan kelembagaan,peningkatan motivasi dan swadaya gotong royong masyarakat di desa dan kelurahan," pinta Rupinus.
 
Untuk menilai keberhasilan pembangunan desa dan kelurahan, perlu dilakukan perlombaan desa dan kelurahab secara terarah,terkordinasi,terpadu dan berkelanjutan.
 
Lomba desa merupakan program nasional yang bertujuan sebagai wadah untuk mengevaluasi dan penilaian perkembangan pembangunan atas usaha pemerintah dan pemerintah daerah bersama masyarakat desa dan kelurahan,"papar Wabup. /Y@2/HmS/PKP
 

Riset: Masyarakat Indonesia Rajin Gunakan Jejaring Sosial

Riset: Masyarakat Indonesia Rajin Gunakan Jejaring Sosial
Ilustrasi media sosial. (iStock)
 
RADAR-INDO.COM, JAKARTA  - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis hasil riset nasional terkait pengguna internet Indonesia selama kurun waktu 2014. Dijelaskan, ada penetrasi pengguna internet sebesar 34,9 persen.

Artinya, pengguna internet di tahun lalu mencapai 88,1 juta dari total jumlah penduduk Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014, penduduk Tanah Air sekitar 252 juta jiwa.

Menariknya, dalam penetrasinya tersebut, APJII melihat masyarakat Indonesia banyak mengakses dunia jejaring sosial hingga menetapkannya di posisi teratas.

"Tercatat ada 87,4 persen nitizen mengakases internet untuk menggunakan jejaring sosial. Kemudian disusul oleh mencari info atau browsing dengan 68,7 persen, dan instant messaging 59,9 persen," ujar Ketua Umum APJII, Semuel Abrijani Pengerapan, di kantornya, Kamis, 26 Maret 2015.

Pria yang akrab dipanggil Sammy ini melanjutkan, mencari berita terkini pun berada di posisi teratas dengan persentase mencapai 59,7 persen. Lalu diikuti oleh video streaming download atau upload video 27,3 persen dan berkomunikasi menggunakan email 25,4 persen.

Dalam berselancar di dunia maya ini, nitizen banyak mengakses melalui telepon seluler dengan angka sebesar 85 persen, diikuti di belakangnya melalui laptop atau netbook 32 persen, PC atau komputer 14 persen, dan tablet 13 persen.

"Artinya, market di telepon seluler ini cukup kuat," ungkap dia.

Tahun lalu, pengguna internet di Indonesia sebesar 71,2 juta jiwa dari jumlah penduduk Indonesia sekitar 248,9 persen di tahun 2013. Saat ini, pengguna internet meraih angka 88,1 juta pengguna dari 252,4 juta jiwa. Dengan demikian, pengguna internet mengalami pertumbuhan 16,2 juta pengguna.

APJII melakukan survei ini bersama dengan Pusat Kajian Komunikasi Universitas Indonesia (Puskakom UI) dengan melibatkan survei terhadap 2.000 pengguna internet di 42 kota, baik urban maupun rural. Mereka berharap hasil survei ini bisa membantu berbagai pihak untuk mendapatkan petunjuk dalam upaya mengembangkan pasar berbasis internet.

Pengguna internet di Indonesia pada 2014 lalu yang sekitar 88,1 juta atau penetrasinya ini hanya 34,9 persen, masih jauh dari target Millenium Development Goals (MDG) yang seharusnya mencapai 50 persen di 2015. (ren)/(vv)

Ketua DPRD: Ahok Kalau Ngomong Suka-suka

Ketua DPRD: Ahok Kalau Ngomong Suka-suka
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi  (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
 
RADAR-INDO.COM, JAKARTA - Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, mengatakan, pernyataannya yang menyinggung Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok sebagai umpatan karena kekesalannya pada Ahok yang dia sebut sebagai sahabat suka berbicara seenaknya kepada orang lain. 

"Pedagang Glodok kan kayak begitu sama pembeli. Kalau ngomong suka-suka dia," ujar Pras.

Menurut Pras, pernyataan itu membuktikan Ahok tak menganggap DPRD sebagai lembaga yang setara dengan lembaga eksekutif. Ia menduga selama ini Ahok menganggap anggota DPRD sebagai bawahannya.

"Anggota DPRD tidak digaji. Memang kami anak perusahaan dia? Emang saya anak buah dia. Jabatan Ahok itu jabatan politik, sama seperti saya. Dia bukan direktur utama," ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Seperti yang diketahui, pernyataan Pras yang menyamakan Ahok dengan pedagang Glodok disampaikan pada Senin 23 Maret 2015 dalam konferensi pers terkait sikap dewan yang memilih menggunakan Pergub sebagai APBD 2015.

Saat pernyataan Pras yang menyindir Ahok sebagai pengusaha Glodok itu, Mantan Bupati Belitung Timur tersebut naik pitam dan menganggap bahwa Pras telah melontarkan ejekan rasial kepadanya yang menurutnya lebih tidak etis dilontarkan oleh seorang pimpinan Dewan

"Si Pras itu apa enggak rasis bilang saya pedagang Glodok? Saya bukan pedagang Glodok, Bos! Saya enggak pernah dagang dari dulu. Saya orang tambang. Emang hubungan Glodok apa sama saya? Rasial. Partai dia nasionalis, tetapi kelakuannya rasial. Itu ada undang-undang, bisa dihukum lho" ujar Ahok di Balai Kota./(vv)

Pengamat: Rupiah Makin Lemah, RI Bisa Jadi Ladang ISIS

Pengamat: Rupiah Makin Lemah, RI Bisa Jadi Ladang ISIS
Lembaran uang Rupiah dan dolar Amerika Serikat.  (ANTARA/Zabur Karuru)



RADAR-INDO.COM, JAKARTA  - Pengamat ekonomi Bambang Sudibyo menyebut nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat adalah di luar kendali pemerintah atau Bank Indonesia. Menurutnya, melemahnya rupiah, karena faktor pulihnya ekonomi Amerika. Bahkan rupiah bisa akan melemah lagi ketika Bank Sentral Amerika menaikkan suku bunga.
Potensi rupiah untuk melemah juga bisa berkepanjangan. Padahal jika rupiah terus melemah hingga di angka Rp15 ribu, maka dampaknya bisa merembet ke politik dan stabilitas negara.

"Ketika ekonomi Amerika ambruk, kita ikut terpengaruh. Ketika membaik, rupiah kita juga terpengaruh. Faktor pulihnya (ekonomi) Amerika, ini di luar kendali pemerintah dan BI," kata Bambang ketika ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 26 Maret 2015.

Dampak politik yang disebut Bambang bisa bermula dari konflik-konflik seperti konflik KPK-Polri. Ketika ada pihak atau politisi yang merasa dirugikan dalam konflik tersebut, maka ia bisa memanfaatkan situasi melemahnya rupiah tersebut.

"Semakin rupiah melemah, semakin lama akan berinteraksi ke politik. Karena konflik KPK-Polri masih ada, ada kelompok-kelompok politik yang tidak puas, dan coba memanfaatkan situasi dari krisis itu," ungkap Bambang.

Selain itu, melemahnya rupiah juga bisa menjadikan Indonesia sebagai ladang subur dari tumbuhnya paham radikal seperti Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS). "Semakin melemah, ini semakin mengarah ke situasi negara gagal. Bisa tumbuh penganut ISIS, Indonesia bisa menjadi ladang subur bagi ISIS," jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Kamis ini. Mata uang garuda terkoreksi sebesar 71 poin atau 0,55 persen dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya yang menyentuh level Rp12.932 per dolar AS. (ren)/(vv)

Pengurus Baru PBSI Jakarta Diminta 'Sukseskan' Asian Games

Pengurus Baru PBSI Jakarta Diminta 'Sukseskan' Asian Games
Pebulutangkis andalan DKI dan Indonesia, Greysia Polii.  (REUTERS/Olivia Harris)


RADAR-INDO.COM, JAKARTA  - Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (Pengprov PBSI) DKI Jakarta tak ingin berlarut-larut memendam polemik usai kepengurusan Icuk Sugiarto. Kepengurusan baru telah dikukuhkan dan diharapkan mampu berperan melahirkan pebulutangkis berprestasi Indonesia di Asian Games 2018.

Pengurus Pusat (PP) PBSI telah resmi mengukuhkan dan melantik kepengurusan Pengprov PBSI DKI Jakarta Periode 2015-2019. Pelantikan dilakukan oleh Wakil Ketua Umum PP PBSI, Fuad Basya, di Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis 26 Maret 2015. Pengusaha Alex Tirta dilantik menjadi Ketua Umum.

"Legalitas dari KONI juga sudah keluar untuk kepengurusan baru ini. Saya harap Pengprov PBSI DKI segera bisa kembali melahirkan atlet-atlet terbaik untuk
meraih emas," kata Fuad Basya dalam acara pelantikan itu.

Harapan itu memang wajar. Karena selama ini, DKI memang selalu menjadi barometer pembinaan olahraga nasional, terutama di cabang bulutangkis.

"Kami sebagai pengurus baru akan melakukan konsolidasi melibatkan semua bidang dan pihak, termasuk media mungkin akan kami libatkan," kata Alex seusai acara pelantikan.

PON & Asian Games

Harapan serupa dilontarkan Plt Ketua KONI DKI Jakarta, Eddy Widodo. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu sukses, terutama di sisi prestasi dalam ajang bergengsi, dan yang terdekat adalah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat.

"DKI Jakarta harus mampu mempertahankan predikat juara umum. Jadi semua cabang olahraga harus mempersiapkan diri dengan baik, termasuk bulutangkis," ujar Eddy.

Seusai PON, tantangan tak kalah hebat yakni di Asian Games 2018 yang akan digelar di Jakarta. Sebagai tuan rumah, Jakarta dan Indonesia dituntut mampu meraih sukses dari sisi penyelenggaraan dan prestasi. Diharapkan banyak pebulutangkis DKI berprestasi hebat sehingga bisa membela Indonesia di ajang
olahraga bangsa-bangsa Asia itu.

"Bulutangkis adalah olahraga yang mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa dan negara di mata internasional. Sebagai barometer pembinaan olahraga nasional, DKI diharapkan juga banyak melahirkan pebulutangkis berprestasi," lanjut Eddy.

Menurut Eddy, jika ingin masuk posisi minimal 10 besar di AG 2018, maka kontingen Indonesia harus meraih 12 medali emas. Jika di AG 2014, Kontingen Merah Putih hanya meraih 4 emas, maka 8 emas lagi harus dikejar. Dengan label prestasi di tingkat Asia dan dunia, tak salah jika para pebulutangkis diharapkan mampu membantu mewujudkan sebagian target itu. /(vv)


Tornado Hantam Dua Wilayah AS

Tornado Hantam Dua Wilayah AS
Tornado hantam wilayah AS beberapa waktu lalu.  (Reuters)


RADAR-INDO.COM, JAKARTA Setidaknya tiga tornado melanda Arkansas dan Oklahoma, Amerika Serikat pada Rabu, 25 Maret 2015 waktu setempat. Menurut pihak berwenang, bencana itu menewaskan satu orang dan beberapa orang lainnya luka-luka.

Dilansir dari kantor berita Reuters, tornado bergerak melalui Tulsa, wilayah di pinggiran Sand Springs dan merusak sebanyak 60 bangunan, seperti diungkapkan oleh juru bicara Kantor County Sheriff. Hujan, petir dan angin yang melanda daerah tersebut juga menghambat upaya penyelamatan.

"Kondisinya memprihatinkan," kata sang juru bicara, Mayor Shannon Clark.

Rumah mobile banyak yang terbalik dan satu orang tewas di taman rumah mobil. Tornado juga menyebabkan puluhan ribu bangunan di daerah tersebut mengalami mati listrik.

Tim medis mengatakan, setidaknya ada tujuh orang yang dilarikan ke rumah sakit daerah dakibat mengalami cedera, salah satunya berada dalam kondisi kritis.

Pihak berwenang setempat melaporkan, tornado juga menghantam sebuah studio senam yang tengah berisi sekitar 60 orang. Beruntung tidak ada korban luka-luka. Namun, sejumlah foto yang diposting ke internet oleh para netizen menunjukkan atap studi runtuh.

Tornado lain juga dilaporkan melanda daerah Moore, Oklahoma, di mana polisi mengatakan beberapa bangunan rusak dan banyak mobil juga truk yang terbalik.

Kelas dibatalkan di sekolah-sekolah di seluruh wilayah tersebut pada hari Kamis, 26 Maret 2015 karena mengalami kerusakan.

Sebuah pernyataan dari Distrik Sekolah Umum mengatakan, salah satu atap sekolah dasar dan beberapa rumah di sekitar ambruk.

Sebelumnya, pinggiran kota Oklahoma juga sempat dilanda tornado pada tahun 2013 yang menewaskan 24 orang dan melukai lebih dari 300 orang.

Tornado ketiga juga dilaporkan terjadi di laut Arkansas dan hujan es melanda seluruh wilayah, menurut pemantau cuaca./(vv)

'Polwan Pakai Jilbab Bisa Kurangi Radikalisme'

'Polwan Pakai Jilbab Bisa Kurangi Radikalisme'
Sejumlah anggota Polisi Wanita (Polwan) memakai jilbab. (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)


RADAR-INDO.COM, JAKARTA  - Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) mengapresiasi langkah Wakapolri Komjen Badrodin Haiti yang telah mengeluarkan izin penggunaan jilbab bagi Polisi Wanita (Polwan). Diperbolehkannya Polwan mengenakan jilbab dinilai akan mengurangi radikalisme.

"Saya yakin, dengan diperbolehkannya Polwan mengenakan jilbab bisa mengantisipasi radikalisme. Masyarakat tidak lagi anti-Islam, karena jilbab juga sudah dipakai oleh Polwan. Saya kira ini bisa meminimalisasi radikalisme," kata Ketua MMI, Irfan S. Awwas, Kamis 26 Maret 2015.

Menurut Irfan, apa yang dilakukan Polri adalah langkah yang sangat bagus. Langkah seperti ini, kata Irfan, diyakini akan mendapatkan apresiasi dan dukungan dari berbagai kalangan masyarakat. Khususnya organisasi masyarakat Islam.

"Ini sudah menjadi poin yang bagus dan harus di-blow up oleh Pemerintah, bukan propaganda ya. Ternyata kesadaran ber-Islam sudah masuk ke Polwan. Ini luar biasa," kata Irfan.

Dengan diperbolehkannya Polwan mengenakan jilbab, diharapkan tidak hanya menutup aurat saja, tapi juga dapat menaikkan martabat wanita muslim.

Polri secara resmi telah mengeluarkan izin penggunaan jilbab bagi Polwan. Ketentuan itu tertuang dalam Keputusan Kapolri Nomor: 245/III/2015 tanggal 25 Maret 2015, tentang perubahan atas sebagian surat keputusan Kapolri SKEP/702/X/2005 tanggal 30 September 2006 tentang penggunaan pakaian dinas seragam Polri dan PNS Polri.

Ditandatangani pelaksana tugas Kapolri, Komjen Pol Badrodin Haiti, surat itu menyebutkan tentang hal yang menjadi pertimbangan keluarnya keputusan ini.

Dalam rangka pemakaian jilbab bagi Polwan, maka secara khusus pada 25 Maret 2015 dan untuk ketertiban administrasi maka dipandang perlu menetapkan keputusan./(vv)

Alasan Politisi PAN Ikut Dukung Angket Menkum HAM

Alasan Politisi PAN Ikut Dukung Angket Menkum HAM
Sekretaris Fraksi PAN Teguh Juwarno (Antara/ Yudhi Mahatma)

 

RADAR-INDO.COM, JAKARTA  - Dalam pengajuan hak angket ke pimpinan DPR Rabu kemarin, 25 Maret 2015, ada dua politisi Partai Amanat Nasional yang ikut tanda tangan. Salah satunya Sekretaris Fraksi PAN Teguh Juwarno.

Teguh punya alasan kuat ikut meneken hak angket terkait kebijakan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hanamongan Laoly.

"Saya ikut tanda tangan dengan sadar. Karena saya melihat ada ancaman yang serius terhadap keberlangsungan demokrasi hari ini," ujar Teguh, Kamis 26 Maret 2015.

Padahal diketahui, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sudah menegaskan partainya tidak ikut dengan pimpinan Koalisi Merah Putih dalam penggunaan hak angket ini.

Namun, Teguh mengaku sudah mempertimbangkan langkahnya itu. Bukan sekadar urusan politik antara dua gabungan koalisi pro pemerintah yang diwadahi Koalisi Indonesia Hebat dan oposisi yang diwadahi Koalisi Merah Putih.

"Bukan soal Aburizal Bakrie atau Djan Faridz, tapi saya melihat ada abuse of power yang dilakukan Menkum HAM," kata mantan jurnalis ini.

Tugas Menkum HAM dalam spirit demokrasi, kata Teguh, bukan terlibat dalam sengketa partai politik. Apalagi secara terang-terangan melakukan intervensi.

"Ini bukan soal partai Golkar, PPP. Tapi juga parpol dalam KIH manakala rezim yang berkuasa berbeda. Maksud saya, bisa terjadi pada semua parpol," ujarnya.

Kata Teguh, ketua umumnya sudah menginstruksikan seluruh anggota di DPR untuk tidak ikut dalam pengajuan hak angket ini. Tapi Teguh siap menjelaskan sikapnya itu.

Dia akan berusaha meyakinkan Zulkifli bahwa cara menteri asal PDI Perjuangan itu menyikapi masalah partai politik sangat berbahaya. Karena akan menyebabkan demokrasi yang sudah susah payah dibangun mati muda.

"Justru bila partai-partai menyadari betapa persoalan ini bisa menimpa mereka semua. Maka saya percaya bahwa angket ini bisa menggelinding," kata Teguh.

Teguh menyadari, ketika harus berjuang, pasti ada konsekuensi atau risikonya. Dia siap menerima risiko itu. Termasuk sanksi dari partai.

"Insya Allah kalau teman-teman anggota dewan menyadari bahwa demokrasi yang kita perjuangkan melalui Reformasi 1998 lalu tengah terancam, maka apapun risikonya harus dihadapi," tegas dia./(vv)

Perencanaan Adalah Pondasi Bagi Terselenggaranya Pembangunan

Written By radar indo on Thursday, March 26, 2015 | 7:24 PM

RADAR-INDO.COM, PANDEGLANG – Bupati Pandeglang H Erwan Kurtubi mengatakan perencanaan merupakan pondasi bagi terselenggaranya pembangunan daerah yang terarah, terpadu serta berkesinambungan, “perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajeman karena tanpa perencanaan fungsi – fungsi lain seperti pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tidak akan dapat berjalan,”Demikian disampaikan Bupati Pandeglang H Erwan Kurtubi dalam acara Bimbingan Teknis (Bintek) Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah bagi SKPD dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang, Rabu (25/3) di Hotel Wira Carita.
 
Lebih lanjut bupati mennyampaikan, perencanaan memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan Daerah karena semua awal kegiatan itu  tentunya harus melalui perencanaan terlebih dahulu, “ Dengan perencanaan yang baik mudah – mudahan tidak akan salah dalam penganggaran nantinya, sehingga efisiensi anggaran efektifivitas waktu dapat terlaksana. Perencanaan juga harus di dukung dengan dana yang akurat, pokok permasalahan nya jelas dan harus mendahulukan mana yang menjadi sekala prioritas,”lanjutnya.
 
Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Anwar Faujan mengatakan, ada beberapa tujuan dalam pelaksanaan bintek ini diantaranya agar memberikan pemahaman dalam rangka memudahkan satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menginput program dan kegiatan beserta realisasi anggaran dan kinerja, serta meningkatkankan kualitas dokumen perencanaan pengendalian dan evaluasi pelaporan SKPD, “ Bintek ini dilaksanakan selama 3 hari 25-27 maret 2015 dan diikuti sekitar 79 orang yang berasal dari 79 SKPD pada sub bagian perencanaan,”katanya.
Hadir dalam acara ini, Assisten Administrasi Umum Setda Tati Suwagiharti, staf ahli Bupati dan seluruh Para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah se Kabupaten Pandeglang.(ASEPWE).

Ratusan Pedagang Kelontong Dapat Pelatihan Manajemen

Wagub Djarod Syaiful Hidayat bersama Syamsudin Noor.(Toto)
RADAR-INDO.COM, JAKARTA - Ratusan pedagang kelontong dan pedagang kecil di Jakarta Selatan mendapat pelatihan manajemen dari pengelola Minimarket Alfamart dan Alfamidi di kantor walikota Jakarta Selatan.


Wakil Gubnernur DKI Jakarta Djarod Saiful Hidayat mengatakan pedagang kelontong dalam mengelola usahanya dengan cara efisien cenderung mencampur aduk uang dagangan dengan uang belanja harian. Jadi perlu adanya pemahaman pada seluruh pedagang untuk bisa mengelola usahanya dengan efisien dan dicatat yang baik,”katanya saat pelatihan manajemen ritel untuk pedagang warung kelontong di Jakarta Selatan, Kamis (26/3).


Rata-rata pengelolan nya masih sangat tradisional maka perlu pendampingan manajemen, penataan produk, standar harga dan kualitas barang yang baik,”ujarnya.


Kami dari Pemprov DKI Jakarta sangat mendukung langkah pengusaha yang ingin membina UMKM dan pedagang warung tradisional dapat bersinergi antara pengusaha dengan pedagang kecil, ini sangat dibutuhkan agar keduanya bisa berkembang,”tegasnya.


Walikota Jakarta Selatan Syamsuddin Noor mengatakan Jakarta Selatan dilihat dari faktor-fantor  ekonomi banyak hal yang dapat kita lakukan seperti  sekarang ini kita melihat untuk di Jakarta  Selatan saja gerai-gerai yang bergerak dibidang retail cukup banyak, berdasarkan inventarisir kami ada sekitar 682 retail yang bergerak di Jakarta Selatan.


Khusus untuk alfa midi dan alfamart ini ada 221 gerai, jadi ini satu jumlah yang cukup banyak, kita harapkan dengan keberadaan dari gerai-gerai  ini yang ada mempunyai manfaat yang besar bagi masyarakat kita. sehingga dapat terjalin suatu hubungan simbiosis mutualisme yang bisa dilakukan sehingga keberadaannya  dapat memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat di Jakarta Selatan.


Juga Syamsuddin tambahkan jangan sampai menimbulkan suatu kecemburuan sosial, sehingga dapat menimbulkan masalah-masalah di wilayah Jakarta Selatan, selama ini masyarakat di Jakarta Selatan sudah bisa memproduksi atau menghasilkan suatu barang atau kerajinan, namun masih terkendala masalah pemasaran..


Sementara Corporete Affairs Director PT SAT Solihin mengatakan dengan pelatihan manajemen ini ritel modern kepada para pedagang agar mereka dapat tumbuh di tengah perubahan pola belanja konsumen dan persaingan yang ketat pada saat ini. Jadi dengan pelatihan ini dapat lebih baik dalam mengelola usahanya./Toto

Pangehutan Simatupang Terpilih Ketua Koordinatoriat PWI Jaksel

Syamsudin Noor bersama pengurus PWI terpilih.(Foto:Toto/Radar Indonesia News)
RADAR-INDO.COM, JAKARTA - Pangehutan Simatupang dari Koran Sentana terpilih sebagai ketua Koordinatorat PWI Jakarta Selatan untuk periode 2015-2018, setelah mengalakan saingan satu-satunya dari Harian Pelita Nazarudin pada pemilihan yang diadakan hari ini Kamis (26/3) di kantor walikota Jakarta selatan. Setelah diadakan pemunguta suara unggul dengan suara 22 lawan 11 suara.

Walikota Jakarta Selatan Syamsuddin Noor mengatakan dengann terpilihnya calon baru sebagai ketua di Jakarta Selatan bisa memadukan dan memimpin para peliput di Pemkot Jakarta selatan sehingga berjalan dengan baik,”katanya didampingi Kamsul Hasan Ketua Dewan kehormatan PWI Jaya saat Pemilihan Ketua PWI Koordinatoriat Jakarta Selatan di kantor walikota Jakarta Selatan, Kamis, (26/3).

Syamsuddin tambahkan Peran serta media dapat meningkatkan hubungan kerjasa sama antara Pemkot dan Wartawan dalam pembangunan di Provinsi, kota maupun kecamatan dalam melakukan aktifitas pembangunan,”ujarnya

Pembangunan tidak berjalan maksimal apabila program yang ditetapkan yang berdasarkan botton up tidak maksimal apabila dukungan dari berbagai media, masyarakat, organisasi yang ada mempunyai peran-peran dalam hal ini akan sukses, lancar kemitraan ini tidak lepas,”tegasnya.

Disinilah kami berharap awak media bisa menyimak dengan baik dengan bekerja sama sinergisitas ini dari tahun ke tahun lebih meningkat,”tandasnya./Toto
 
Support : Radar URL Stats ONLINE | Radar Flag Counter | twitter:@radar_indonesia
Copyright © 2013. Radar Indonesia News - All Rights Reserved
Template Created by radar-indo.com Published by radar-indo.com
Proudly powered by radar-indo.com