LOGO-manshoot Mau berbagi info dan masukan untuk kami? Silakan kirim ke indonesiaradar@gmail.com / radar@indonesia.net atau hubungi 021.79186159/71795049/ atau sms center:087783941067
Berita Terbaru

Kasus Pengadaan UPS Bakal Digarap Keroyokan

Written By radar indo on Monday, May 4, 2015 | 6:17 PM

Jumpa Pers

RADAR-INDO.COM, JAKARTA - Kasus pengadaan uninterruptible power supply (UPS) di Pemprov DKI Jakarta, bakal digarap secara keroyokan oleh KPK, Polri dan Kejaksaan melalui Satuan Tim Khusus yang akan dibentuk.

Hal ini diungkapkan Plt. Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki kepada wartawan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Seniin (4/5/2015) usai rapat gabungan dengan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Jaksa Agung HM Prasetyo.

Dijelaskan Ruki bahwa pimpinan KPK, Kejakgung, dan Polri berencana membentuk satuan tugas khusus bersama untuk menangani kasus-kasus korupsi tertentu.

Kasus khusus yang dimaksud Ruki ialah ketika sebuah kasus melibatkan dua lembaga. Contoh yang baru-baru ini terjadi ialah kasus pengadaan UPS di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Misalnya‎ kasus APBD DKI, Gubernurnya lapor ke KPK. Tapi di satu sisi Bareskrim juga sudah menangani perkara tersebut. Masih banyak kasus lain yang akan dikerjakan satgas ini nanti," ujarnya.

Ruki mengatakan satgas dibentuk agar penanganan perkara bisa berjalan cepat. "Tergantung, bisa jadi secepatnya diresmikan," katanya.

Pernyataan ini diamini Prasetyo bahwa ke depan, ketiga institusi penegakan hukum akan menjalin, membangun dan sinergitas pemberantasan korupsi.

"Kami baru saja melakukan pertemuan sesama aparat hukum, tidak terlalu banyak tapi sangat strategis. Nanti akan ada Satgas tindak pidana tertentu dari Polri, Kejagung dan KPK," katanya. (Airin/BB)

Brangus PSSI, Menpora Cuma Ingin Gaya-gayaan

RADAR-INDO.COM, JAKARTA - Kebijakan Menpora membekukan PSSI dinilai hanya mencari sensasi dan ingin tampil beda saja. Padahal, akibat kebijakannya itu akan mempengaruh kehidupan perkembangan masyarakat bola Indonesia.

Kekecewaan ini disampaikan Syahmud Ngabalin, bekas Ketua Umum PB HMI yang juga pecinta bola, Senin (4/5/2015).

"Saya kecewa dengan Menpora ini. Hanya karena ingin beda dan gayaan, dia brangus PSSI," ujarnya kesal.

Disinggung bahwa tujuan pembekuan karena Menpora ingin mengambil alih tugas-tugas PSSI, Syahmud yang putra asli Papua ini meragukan kemampuan Menpora.

"Apakah Menpora selama ini merasa tersaingi oleh PSSI sampai-sampai mauengambil alih. Dan atau melihat peluang lain yang dimiliki PSSI?" kata Syahmud curiga.

Menurut dia, Menpora seharusnya bisa memberikan pembinaan kepada badan olah raga, bukan malah membekukan jika itu di anggap ada yang salah.

"Marilah kita doakan agar dengan kejadian ini badan olah raga yang lain tidak trauma dalam mempersiapkan atlit-atlit handal," pungkasnya. (Aldo/BB)

UN SMP Di Sekadau Berjalan Lancar

Peserta UN SMP di Sekadau.(Foto:Yahya/Radar Indonesia News)
RADAR-INDO.COM, SEKADAU-Pelakasanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP yang di ikuti oleh 3.073 peserta deluruh SMP yang ada di Sekadau  berjalan lancar, aman, dan terkendali. Tampak pada pelaksanaan UN hari pertama, Ketua Komisi C DPRD Paulus Subarno beserta beberapa anggotanya, dan Kepala Dinas Pendidikan Sekadau Dajamin Burhan memantau berlangsungnya UN di beberapa sekolah, Senin (4/5).

 Akan tetapi masih ada para peserta yang tidak hadir pada saat berlangsungnya UN. Seperti yang ada pada SMP St. Gabriel. Dari total 142 peserta UN, ada satu peserta yang tidak mengikuti UN dan peserta tersebut tidak diketahui alas an pasti oleh pihak sekolah.

“Sebetulnya 142 orang, tapi ada satu orang yang berhalangan hadir. Kami sudah berusaha untuk datang menghubungi orang tuanya yang berada di Ketapang, dan menghubungi suadara, kakaknya yang ada disini pun belum ada siswa itu datang, namanya Lubis, kita tidak tahu alasannya tidak ikut itu apa, “ ungkapnya.

Anwar juga mengatakan bahwa ia sudah beberapa kali berusaha untuk menghubungi orang tua dan saudara siswa tersebut, tapi pada saat pelaksanaan UN masi tetap tidak hadir. Dirinya pun menyatakan bahwa satu kali tidak hadir dalam pelaksanaan UN, maka selanjutnya tidak bisa ikut lagi, tambahnya. Anwar juga sangat menyanyangkan siswa nya tersebut tidak mengikuti UN.

Hampir sama dengan SMP St. Gabriel, beberapa siswa juga tidak hadir dalam pelaksanaan UN di SMP PGRI 01 Sekadau Hilir. Dari total 49 peserta, 5 diantaranya tidak hadi pada saat UN berlangsung. Diketahui lima peserta yang tidak ikut tersebut semuanya perempuan. Dan satu diantaranya diakui oleh pihak panitia penyelenggara UN di SMP PGRI 01, siswi tersebut sudah bekeluarga.

“Lima orang tidak ikut ujian, satu kita sudah tahu kalo dia sudah bekeluarga, dan sudah memgundurkan diri jauh hari sebelum menjelang UN, kalau yang empat lagi kita tidak tahu alasannya tidak ikut, “ ungkap Apandi Sekretaris Panitia penyelenggara UN SMP PGRI 01 Sekadau Hilir.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Pendidikan Sekadau Djamain Burhan, yang ditemui pada saat pemantauan UN mengatakan, bahwa untuk peserta yang tidak mengikuti UN sangat disayangkan. Apalagi menurutnya peserta yang tidak ikut tersebut tidak ada alas an yang jelas.

“Itu memang sudah diusahkan dicari kemana-mana tapi tidak ada, sampai kemarin katanay aanak tersebut sudah diantar orang tua, tapi nyatanya tetap saja tidak mengikuti UN, “ ujarnya. Menurutnya pihak sekolah pun sudah melakukan berbagai upaya, akan tetapi masih saja tidaak membuahkan hasil. Hingga akhirnya hal tersebut sudah diluar kemmapuan sekolah.

Selain itu, untuk keseluruhan pelaksanaan UN tingkat SMP pada hari pertama diakui Djamain berjalan sangat aman, lancar, dan terkedali. Tidak ada kendala apapun, serta pendistribusian naskah juga berjalan dengan baik, sehingga tidak ada laporan tentang adanya sekolah yang kekurangan naskah ujian.

Untuk SMPN 1 Sekadau, para peserta UN hari pertama juga berjalan lancar. Dan seluruh peserta yang berjumlah 271 siswa/siswi juga hadir dalam pelaksanaan UN. Hal tersebut diakui langsung oleh kepala sekolah SMPN 1 Sekadau Albinus.

“Peserta hadir semua, tidak ada yang absen. Totalnya untuk laki-laki ada 118 dan perempuan ada 153 peserta, “ ujarnya, Hal tersebut tidak lepas dari peranan pentimg pihak sekolah dalam mengawasi muridnya.

Albinus mengatakan, Kepada Radar Indonesia News sebelum pelkasanaan UN pihak sekolah juga telah memepersiapkan beberapa try out dan evaluasi dalam menghadapi UN. Bahkan Albinus tidak menargetkan muridnya lulus seratus persen, akan tetapi target dirinya adalah mendpat nilai tertinggi se-Kalbar.

“Targetnya bukan seratus persen kelulusan, akan tetapi yang enjadi target adalah meraih nilai tertinggi se-Kalbar, kalau lulus sudah pasti seratus persen, “ yakinnya. /(Ya).

Jokowi Akan Daya Gunakan Dana BPJS Ketenagakerjaan Untuk Buruh

Jokowi. (Foto:Fur/Radar Indonesia News)
RADAR-INDO.COM, JAKARTA - Jokowi buka Kongres VII Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur Senin (4/5).

Dalam kesempatan tersebut - kepada wartawan, Jokowi mengungkapkan besaran jumlah dana yang terhimpun di BPJS Ketenaga-kerjaan sebesar 187 triliun dan baru digunakan sebesa 5% saja.

"Ada hampir 187 triliun dana di BPJS ketenagakerjaan dan baru 5 persen yang digunakan. Akan kita gunakan untuk kepentingan dan kesejahteran buruh yang terkait dengan perumahan." Ujar Jokowi kepada wartawan.

Hadir dalam kesempatan itu Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri dan Presiden KSBSI Andi Nuwawea.

Ketua Panitia Kongres VII KSBSI Sulisti menyebutkan Kongres VII KSBSI akan berlangsung 4-- 7 Mei 2015.

"Tema kongres VII ini adalah penguatan aksi peningkatan kesejahteraan buruh," katanya.

Kongres yang dihadiri sekitar 500 anggota KSBSI seluruh Indonesia itu merupakan pertamakalinya dibuka oleh presiden.


"Ini pertama kali di mana kongres buruh dibuka oleh Presiden," ujarnya.

Menurut dia, kongres juga akan memahas jaminan pensiun untuk periode yang akan datang.

"Kongres juga akan memilih pemimpin yang tangguh.

Hasil kongres harus membuat organisasi makin kuat bukan bercerai-berai," katanya./F

Resensi Buku: Mimpi dan Keajaiban Hidup



Judul               : Keajaiban Mimpi
Penulis             : Ace Starry
Penerjemah      : Siti Aisyah
Penerbit           : Pustaka Alvabet
Tahun              : Cetakan ke-2, Maret 2015
Tebal               : 420 halaman
ISBN               : 978-602-9193-29-9

Perjalanan hidup seringkali membuat kita melupakan impian yang pernah dimiliki. Apa yang terjadi saat seseorang telah dewasa sering tak menggambarkan impian di kala muda. Kehidupan yang bergulir dengan sistemnya, membuat banyak orang larut dan hanyut. Impian masa muda menjadi sulit diwujudkan saat dihadapkan pada realitas kehidupan.



Ace Starry lewat novelnya yang berjudul asli The Magic Life dan hadir dalam bahasa Indonesia dengan judul Keajaiban Mimpi ini menghadirkan kisah tersebut. Seorang James Carpenter, akuntan muda yang sebenarnya sewaktu kecil memiliki kenangan indah tentang sulap. Ya, dia pernah bercita-cita menjadi seorang pesulap hebat dan terkenal.



Banyak kejadian-kejadian aneh yang dialami James. Berkali-kali ia merasa ditemui Maximillion Vi, pesulap hebat yang membuat James teringat kembali dengan kenangan sewaktu kecilnya tentang permainan sulap. Dalam setiap pertemuan dengan James, Max tak hanya menunjukkan keahliannya bermain sulap, namun ia juga banyak memberikan kata-kata filosifis berisi pesan penting tentang kehidupan. Misalnya kalimat, kamu yang memilih, untuk menjadi apa dirimu (hlm 129). Kalimat tersebut seakan menjadi jantung cerita novel ini.



Kalimat itu muncul, awalnya saat James memikirkan pertanyaan Max, yakni “Apakah aku?”. Pertanyaan ini membuat James gelisah. Ia berfikir bahwa jika seseorang ditanya seorang apakah dirinya, pasti mereka akan menjawab pekerjaannya. Maka James berfikir bahwa ia adalah akuntan, karena pekerjaannya adalah akuntan. Namun, James kembali gelisah mengingat perkataan Max lainnya, bahwa untuk mempelajari dan meyakini apa saja yang ia inginkan, adalah pilihannya.



Berbeda dengan pertanyaan “Siapa Aku?” yang tak punya pilihan terhadapnya. Karena hanya perlu menyebutkan nama. Nama yang diberikan orang tua. Tapi pertanyaan Apakah Aku” mengisyaratkan sikap dan pilihan hidup. Di titik inilah James merasa ragu bahwa ia hanya sekadar seorang akuntan. “Sungguh aku, seperti halnya Max, adalah juga seorang pesulap! Setidaknya aku bisa menampilkan beberapa trik,” kata James (hlm 139). Sejak saat itu, hari-hari James terus dibayangi Max, pesulap yang kerap muncul tiba-tiba, baik melalui mimpi maupun hadir di hadapannya.



Kata-kata yang paling ia ingat saat terbayang Max adalah “Kamulah orangnya!”. Kata-kata itu, dirasakan James menimbulkan semacam gelenyar dingin yang menjalar di sekujur tubuh. Gelenyar yang membuatnya merasakan energi positif, semangat hidup, kegirangan, ingatan-ingatan tentang cita-cita semasa kecil, namun di saat yang bersamaan juga terus memunculkan rasa penasaran. Rasa penasaran akan sosok Maxmillion Vi, pesulap misterius itu.



Tak hanya mengisahkan kegelisahan James akan sosok Maxmillion Vi. Di saat bersamaan, novel ini juga mengisahkan perasaan James yang mengidam-idamkan Gina, perempuan yang merupakan anak bosnya di kantor. Namun, bertahun-tahun mengenal Gina, James tak pernah berani mengungkapkan perasaannya. Ia tahu, mendekati Gina hanya akan membuat masalah dengan perusahaan, bahkan kemungkinan terburuk ia bisa saja kehilangan pekerjaan. Hal ini karena Pak Lee, bosnya, teramat menyayangi Gina, anaknya.



Cerita terus bergerak sampai akhirnya James “membebaskan” diri dan menjadi seorang pesulap. Seperti halnya prolognya, novel ini diakhiri dengan adegan menegangkan saat James melakukan beraksi memainkan trik sulap di hadapan para penonton. Ia memeragakan trik melepaskan diri dari jaket pengekang dengan digantung di udara (hlm 399-409). Meski menegangkan dan membuat penonton panik, akhirnya ia bisa melepaskan diri, tidak seperti yang terjadi di prolog, di mana James terjatuh dan gagal—meski itu hanya mimpi.



Ace Starry menghadirkan ending yang “mengena”. Ia menyuguhkan perkataan James di akhir kisah, bahwa “aku” atau James, tidak akan menggantung cerita sampai di adegan pelepasan diri dari jaket pengekang tersebut. Ace Starry seperti sengaja membuat pembaca menyadari sendiri apa yang hendak disampaikan. Ia menghadirkan adegan membahagiakan saat James berhasil terbebas dari jaket pengekang, disambut gemuruh tepuk tangan penonton, dan mendapatkan ucapan selamat dari orang-orang sekeliling yang ia sayangi dan menyayanginya; ibunya, istrinya, dan Carl adiknya. Adegan itu sudah cukup membuat pembaca tahu, bahwa keberanian dan kesungguhan mengejar impian akan menghadirkan kebahagiaan, baik bagi diri sendiri maupun orang sekitar.



Kisah penuh fantasi tokoh James, ditambah dengan kata-kata bijak yang beterbaran dalam halaman-halaman novel ini memberi kesimpulan pada pembaca akan pentingnya selalu menumbuhkan impian. Meski misalnya, sekarang kita sudah dalam keadaan yang nyaman (comfort zone), namun tetap menghidupkan impian yang pernah tumbuh di masa silam tetaplah penting untuk kebahagiaan yang lebih sempurna. Namun sungguh, dibutuhkan keberanian, tekat kuat untuk melakukannya, karena keluar dari zona nyaman bukanlah pekerjaan gampang*



Diresensi oleh Al Mahfud,

penikmat buku fiksi, tinggal di Pati-Jawa Tengah

Menulis esai dan resensi buku di berbagai media masa.

Karapan Sapi Perlu Dilestarikan

A Syakur, anggota DPRD Kab.Mempawah.(pkp/Radar Indonesia News)
RADAR-INDO.COM, MEMPAWAH-Sebanyak 20 pasang peserta ikut meramaikan Karapan Sapi yang digelar di Desa Galang Sui Pinyuh Kabupaten Mempawah pada tanggal 2-3 Mei 2015. 

Adapun peserta yang mengikuti event tersebut dari Pontianak, Kubu Raya, Singkawang, Mempawah, Pinyuh, Rasau Galang, Bakau Besar Laut, Bakau Besar Darat, Antibar dan Pasir Wan Salim. 

Menurut A. Syakur, Karapan Sapi merupakan bagian Budaya Madura yang perlu dilestarikan dan dapat memupuk rasa persaudaraan serta persatuan.

Bukti kesetaraan budaya nusantara yang perlu terus dikembangkan dan di jaga kelestarianya, ujarnya pada “Postkotapontianak.com” melalui Hand Phone, Minggu (3/5/2015).

Selain itu, ucapan terima kasih kepada Pemkab Mempawah yang telah mendanai kegiatan tersebut hingga dapat terlaksana dengan baik, ucap A.Syakur, S.Sos.

Demikian juga sponsor pendukung lainya, perusahaan rokok gudang garam, Honda, Yamaha dan Anggota DPRD Kabupaten Mempawah. 

Dan harapan semoga event ini menjadi Kalender tahunan yang di tetapkan di Sungai Pinyuh.

“Kita ucapkan terima kasih pada masyarakat Sui Pinyuh yang antusias mendukung serta masyarakat Mempawah pada umumnya dengan terselenggaranya kegiatan ini,” ungkap dia.

“ Kita juga menyambut baik kepedulian Bupati Kabupaten Mempawah, dimana dalam sambutanya, mengatakan akan membangun tribun kursi penonton serta perluasan lapangan. Semoga hal tersebut terbukti dalam anggaran perubahan dan anggaran tahun 2016,” imbuh A.Syakur./DS

Pemerintah Kabupaten Nias : Peringati Hardiknas 2015

Bupati Nias didampingi wakil dan anggota DPRD memberikan Trophi.(Foto:Mar/Radar Indonesia News)


RADAR-INDO.COM, NIAS- Sabtu (02 Mei 2015) Memperingati hari Pendidikan Nasional RI, Pemerintah Kabupaten Nias laksanakan Upacara massal di halaman Kantor Camat Bawolato.  Pada upacara memperingati Hardiknas 2015 tersebut  dihadiri oleh: Bupati Nias, Wakil Bupati Nias, Ketua DPRD dan Anggota DPRD, Kasdim dari unsur Muspida, yang mewakili  Polres Nias, Kajari, Para Asisten, Staf Ahli, Pimpinan SKPD, Para Camat, UPT Disdik serta seluruh PNS lingkup Pemkab Nias, Pelajar, Mahasiswa/i, dan Para Guru Se- Kabupaten Nias, tokoh adat, Agama dan masyarakat .



Bupati Nias yang bertindak sebagai Pembina Upacara Seusai membacakan sambutan  Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan  RI, Bupati Nias Menyampaikan sesuai dengan tema : ‘Pendidikan Dan Kebudayaan Sebagai Gerakan Percerdasan Dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila’ ; Melalui Hardiknas Mari kita kembali Pada Konsep KIHAJAR DEWANTARA, kiranya seluruh tenaga pendidik agar melaksanakan tugasnya dengan baik , hanya melalui pendidikan kita dapat meraih kejayaan dan tanpa pendidikan tidak akan ada kemajuan, agar  semua pihak, seluruh orang tua dan tenaga pendidik untuk mendorong anak-anak untuk lebih tekun mengejar pendidikan.



Untuk memicu dan mendorong Siswa/i lebih berprestasi., Pemerintah Daerah Nias telah memberika bea siswa/i berprestasi, dan terus membenahi sarana pendidikan, bahkan Perguruan Tinggi Negeri Nias akan didirikan ‘’semua syarat ‘’telah disampikan ke pemerintah pusat di jakarta, mari kita doakan dan saya harapkan agar seluruh masyarakat nias untuk mendukung Pemerintah Daerah demi kemajuan daerah Nias.



Menurut pantauan Radar Indonesia News, setelah upacara inti, acara tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan di antaranya Tari Maena Famee Afo’,  Tari Famadogo Omo’ yang dibawakan oleh Siswa/i SMAN 1 Bawolato dan Tari Maena Baluse yang di bawakan oleh Siswa/i SMPN1 Hili Serangkai.



Usai tari-tarian, Bupati dan Wakil Bupati Nias bersama Ketua DPRD Nias menyerahkan Tropi hasil beberapa kejuaraan perlombaan yang telah dilaksanakan sebelumnya menuju Hardiknas seperti Pemilihan Pengawas terbaik, Kepala sekolah dan Guru terbaik, serta beberapa kejuaraan kegiatan lain. /Rinus Mend.
 

Simson dan tim Buka Pertandingan Pinal Cupang Cup 2015

Simson menendang Bola pertama tanda dimulainya pertandingan pinal Mutaiara Hitatam vs Kumpang FC./Foto: yahya/Radar Indonesia News


RADAR-INDO.COM,SEKADAU-Kanidat Bupati Simson S.Km.M.Kes bersama kandidat Wakil Bupati,Drs.Paulus Subarno M.Si dan sejumlah politisi parpol koalisi, Minggu (3/4/2015) menyerahkan bantuan sekaligus secara simbolis membuka pertandingan Pinal cupang cup 2015.

pertandingan antara klub Mutiara Hitam melawan Kumpang FC,di buka Simson ditandai dengan tendagan bola pertama disaksikan ribuan masyarakat Desa Cupang dan Desa-desa lainya di wilayah Kecamatan Sekadau Hulu,Kabupaten Sekadau.

Plt.Kades, Cupang ,Sadikin, dalam sambutanya mengatakan kehadiran Simso dan tim,merupakan sebuah kebanggaan bagi pemerintahan Desa cupang Gading,dan panitia turnamen.

" Ini tentunya menjadi memberi motivasi dan support bagi panitia dan masyarakat,"ujar Dikin.

Kepada atlit yang bertanding,Dikin berharap agar menunjukan sportifitas dan kekeluargaan yang tinggi saat bertanding.

"Turnamen ini sebagai ajang pengalian bakat olahraga bidang sepakbola di daerah,"ungkap dia.

Sementara itu, Simson S.Km,M.Kes berharap agar pertandingan Pinal ini  bisa menghibur masyarakat dan penonton.

"kedepan sepakbola tidak hanya di pertandingkan di desa tetapi juga sampai ke tingkat kecamatan dan kabupaten,"ungkap Simson, Kepada Radar Indonesia News

Lebih jauh,dia mengatakan kedepan diharapkan ada piala kabupaten (piala bupati) Kabupaten Sekadau untuk mengali potensi atlit di Sekadau.

Dikatakan dia, pembinaan olahraga, dan seni budaya harus diangkat kedepan untuk pembinaan generasi muda agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif.

"Melalui olahraga merupakan salah satu cara untuk membentengi genarasi muda dari berbagai ancaman yang dapat merusak genarasi muda,"paparnya.

Selama jalanya pertandingan Pinal,Simson S.Km.M.Kes bersama rombongan dan ribuan masyarakat,terlihat serius menyaksikan jalanya pertandingan.

Pertandingan diakhiri dengan kemenangan untuk tim Mutiara Hitam dengan skor 2-1 setelah di 90 menit pertama kedua tim bermain imbang dan gol kemenangan di cetak Ajiu,gelandang serang mutiara Hitam di menit-menit terakhir tambahan waktu dibawah guyuran hujan. (Ya)

Wanita Masa Kini Masih Sering Terbodohi Tuntutan Fisik Sempurna

Foto: copyright thinkstockphotos.com

RADARA-INDO.COM, JAKARTA - Sampai hari ini menjadi wanita yang baik namun tetap menawan menjadi semakin begitu sulit. Ada banyak orang berlomba mendapatkan pengakuan kecantikan yang utuh dengan merias wajah, ada yang memilih terlihat menawan dengan sejumlah prestasi yang membanggakan dan dianggap oleh orang sekitar. Karenanya, makin sedikit kita melihat ada wanita yang berbeda, semua seakan seragam dengan model fisik yang sama, yakni putih, tinggi, bersih, berambut panjang.

Banyak orang juga sepakat bahwa pandai itu ketika berhasil meraih gelar yang tinggi dengan nilai terbaik, kemudian ditambah lagi dengan prestasi karir yang sukses di mata dunia ini, yakni kala uang yang dihasilkan cukup membiayai bukan hanya makan sehari-hari, namun juga kebutuhan sekunder dan tersier. Belum lagi ditambah tuntutan sempurna seorang wanita ketika berhasil mendapatkan pria yang mapan dan baik, yang menjadi pria pengayom kehidupannya. Mungkin, di jaman sekarang itulah kebahagiaan yang banyak dicari dan diusahakan banyak orang, secara khusus wanita.

Wanita sering terjebak pada kecantikan fisik semu
Sebenarnya membedakan kodrat dengan perjuangan bukanlah perkara mudah. Selain dituntut menjadi pribadi yang kuat, wanita masa muda kini dituntut untuk secara pribadi bisa menyadari bahwa dirinya berarti dan memiliki potensi untuk mengubah banyak orang di sekelilingnya. Namun tuntutan itu penuh liku, karena banyak orang mempersepsikan kebahagiaan dan kesuksesan seorang wanita secara semu, dan beberapa dari kami wanita yang bodoh pada akhirnya terjebak dalam pandangan yang dibuat orang lain.

Demi mencapai apa yang namanya sempurna secara fisik, banyak dari wanita terjebak memilih cara instan sampai mengorbankan kesehatan. Padahal dalam hati kecil kami, kami sadar bahwa penampilan fisik bukanlah segalanya, apalagi semuanya itu akan luntur dan hilang seiring waktu dan usia kami. Fisik kami adalah anugerah, yang sudah diciptakan sempurna oleh Sang Pencipta, yang diciptakan memang berbeda satu sama lain karena keunikan. Tapi demi kelarisan suatu produk, atau sekedar keinginan pemuasan mata pria, beberapa dari kami sampai terlalu sibuk memikirkan fisik dibandingkan batiniah kami.

Mengejar pendidikan tinggi, namun lupa budi pekerti
Begitupun juga dengan pendidikan kami, tuntutan dunia yang terbiasa menilai kesuksesan dari gelar sering membuat kami kehilangan apa yang sebenarnya harus kami cari, yakni ilmu yang tidak dapat dinilai dan bukan sekedar nilai atau juga IP baik. Budi pekerti, nilai-nilai kebaikan, kesederhanaan sikap dan banyak hal berharga lainnya yang dapat kami gunakan kelak sebagai bagian ketika kami menjadi seorang ibu dan istri. Kami rindu menciptakan pendidikan yang kelak tak hanya sekedar demi pencapaian ambisi, tapi pendidikan yang juga memperjuangkan etika dan moral. Semuanya tentu demi menciptakan generasi yang baik bagi Indonesia di masa depan.

Pada akhirnya kami rindu juga dipertemukan dengan pasangan yang tidak sekedar melihat fisik maupun juga kepandaian kata-kata kami yang bisa saja menipu, tapi kami merindukan pria-pria yang mendukung kami untuk menciptakan nilai-nilai kebaikan dalam diri yang tak sirna seiring waktu, dan malah justru bertambah sepanjang waktu kehidupan. Mungkin jika dapat disimpulkan, kesulitan terbesar menjadi wanita masa kini ialah ketika kami terbodohi dengan perkara-perkara yang membuat kami semakin kehilangan kepercayaan diri kami sebagai seorang wanita atas hal-hal non esensi yang seakan-akan menjadi prioritas.

Kami wanita Indonesia, merindukan bisa tampil menarik dengan diri kami apa adanya, sesuai dengan anugerah Sang Pencipta, menjadi wanita berpendidikan yang bukan hanya pandai dan mengerti ilmu, tapi bagaimana mengaplikasikan ilmu yang ada dan jadi pandu bagi generasi masa depan bangsa. Bukan hanya sekedar mengejar ambisi, tapi berbagi hidup bagi anak kami, suami kami, keluarga kami, dan memberi sumbangsih bagi bangsa ini.(vem/yel)Magda Lena

Demi Kebahagiaan Anak, Orang Tua Menarik Mobil Pengantin Pakai Tali

Photo: Copyright shanghaiist.com
RADAR-INDO.COM, JAKARTA - Biasanya, ketika seorang anak melangsungkan pernikahan dan menjadi pengantin, orang tua dan sanak saudara akan mengenakan pakaian rapi, bersih serta wangi. Namun, di beberapa daerah di negara Indonesia maupun negara lain nampaknya memiliki adat yang berbeda-beda. Sehingga, hal ini membuat suasana pernikahan menjadi unik, aneh dan terkadang bahkan tidak masuk akal.

Dilansir dari laman shanghaiist.com 1/05/15, orang tua di Provinsi Henan rela telanjang dada dan berpakaian compang-camping. Hal ini dilakukan untuk merayakan pernikahan sang anak.
 
 Tak hanya telanjang dada dan berpakaian compang camping, sang ayah bahkan terlihat menarik tali yang dipegang sang anak dari mobil mewah di belakang ayah.

Pada tubuh sang ayah juga terlihat adanya gambar kura-kura, karakter tulisan China dan beberapa coretan di punggung dan dadanya. Meskipun cukup aneh dan keterlaluan, orang tua juga anak serta sanak saudara yang ada di sana terlihat bahagia dan menikmati acara ini.

Orang tua berpakaian compang-camping sambil bergaya seolah menarik mobil pengantin anak | Photo: Copyright shanghaiist.comOrang tua berpakaian compang-camping sambil bergaya seolah menarik mobil pengantin anak | Photo: Copyright shanghaiist.com

Acara ini sendiri adalah bagian dari adat setempat. Sejak acara ini dipublikasikan di sebuah akun Sina Weino Zhengzhou University, rupanya acara ini telah menimbulkan beragam kebingungan dan pertanyaan bagi pengguna web online.

Salah satu pengguna web dari Shandong mengatakan bahwa tindakan tersebut "vulgar" dan keterlaluan. Pengguna lain dari Beijing mengatakan bahwa ini adalah "ketidaktahuan yang mengerikan." Dan salah satu pengguna web dari Guangdong mengatakan "Ini benar-benar aneh, mereka adalah orang-orang yang tidak cerdas."
 
 
Walau tidak sedikit yang berkomentar pedas dan menyayangkan, beberapa netizen dari Jiangsu membela adat tersebut. Ia menuliskan "Adat ini seharusnya menghibur semua orang. Tidak perlu diributkan. Jangan mengkritik pengantin pria ataupun orang tua. Ini adalah adat dan budaya."

Wah, ada-ada saja ya Ladies. Melihat adat ini, bagaimana nih tanggapan Anda. :)/(vv)

Dianggap Cemarkan Nama Baik, Adnan Buyung Tuntut Media Online

Adnan Buyung Nasution.
RADAR-INDO.COM, JAKARTA - Keluarga pengacara kondang, Adnan Buyung Nasution akan melakukan tindakan hukum terhadap salah satu media online yang telah melakukan pencemaran nama baik.

"Kami akan melakukan tindakan hukum ke media online (Okezone.com) karena melakukan pencemaran nama baik terhadap keluarga kami," ujar putri Adnan, Pia Akbar Nasution, Ahad (3/5/15).

Menurut Pia, media yang ia sebut telah melakukan pemberitaan dengan mengaitkan sosok tak dikenal yang terlibat kasus transaksi sabu-sabu sebagai anggota keluarganya.

"Siapa itu, namanya saja kami enggak kenal. Memang betul, kalau kakak saya namanya juga Maully. Tapi, Mauly ini Mauly siapa?" Kata Pia.

Sebelumnya, dalam pemberitaan di media online tersebut disebutkan Satuan Reserse Kriminal Polres Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mengamankan seorang pria.

Disebutkan pria itu bernama Ardan Mauly Putra Nasution berusia 41 tahun, warga Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, saat melakukan transaksi sabu-sabu, pada Minggu (3/5/15) malam.

Dalam berita itu dikatakan, Ardan adalah anak pengacara ternama, Adnan Buyung Nasution. Dari Ardan, polisi berhasil menyita sekira 11 paket sabu serta senjata api rakitan jenis Revolver beserta empat butir peluru jenis FN.

"Kakak saya satu orang sudah meninggal (Iken BR. Nasution), mungkin media tahu itu, sedangkan saudara yang lain semuanya ada di Jakarta. Kami malah baru makan malam bareng di rumah bapak," ujar Pia.

Dua saudara laki-lakinya yaitu Maully Donggur Rinanda Nasution dan Rasyid Perkasa Alam Nasution, menurut Pia tak ada yang tinggal di luar Ibu Kota. "Semuanya tinggal di Jakarta dan enggak ada yang terlibat obat-obatan," ucap Pia lagi. (ht)

Hubungkan Sulut-Sultim, Telkom Bentang 345 Km Serat Optik

Gedung Telkom Indonesia
RADAR-INDO.COM, JAKARTA - Guna mewujudkan pembangunan infrastruktur Indonesia Digital Network, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) berencana menghubungkan Sulawesi Timur dan Sulawesi Utara dengan kabel optik sepanjang 345 kilometer.

Dari rilis yang diterima VIVA.co.id, Minggu 3 Mei 2015, pembangunan jaringan kabel optik bawah laut yang diberi nama Luwuk Tutuyan Cable System (LTCS) ini dilaksanakan oleh PT Sarana Global Indonesia, dan direncanakan rampung pada pertengahan Juni 2015.

“Pembangunan Luwuk Tutuyan Cable System ini merupakan bagian dari Indonesia Digital Network, di mana Telkom ingin menghubungkan seluruh Indonesia dengan jaringan infrastruktur serat kabel optik,” ungkap Direktur Network IT & Solution Telkom, Abdus Somad Arief.

Ia menambahkan, dengan pembangunan kabel optik ini, diharapkan jaringan komunikasi berjalan lebih lancar, dan membantu masyarakat untuk melakukan komunikasi secara cepat.

“Telkom akan mengupayakan seluruh pembangunan jaringan optik selesai tepat waktu, sehingga pada tahun 2015 ini, akses jaringan komunikasi sudah berjalan lebih baik,” jelasnya.

Telkom memang tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur melalui Indonesia Digital Network. Hingga saat ini, mereka telah membangun infrastruktur kabel serat optik sepanjang 76.700 km, dari Aceh hingga Papua, termasuk Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS), yang direncanakan akan diresmikan pada awal Mei 2015.

“Proyek SMPCS kami pastikan tuntas dan beroperasi Mei ini. Dari situ, layanan Triple Play IndiHome bisa langsung digelar di Kawasan Timur Indonesia (KTI),” tambah Arief./(vv)
 
Support : Radar URL Stats ONLINE | Radar Flag Counter | twitter:@radar_indonesia
Copyright © 2013. Radar Indonesia News - All Rights Reserved
Template Created by radar-indo.com Published by radar-indo.com
Proudly powered by radar-indo.com