Advertorial

Latest Post

Kisah Sedekah Wanita Kaya Pada 3 Orang Miskin

Written By radar indo on Thursday, July 24, 2014 | 11:33 AM

Photo copyright Thinkstockphotos.com

RADAR-INDO.COM, JAKARTA - Bersedekah itu bisa menjadi penolak bala. Sudah banyak kisah keajaiban sedekah yang membawa seseorang pada kebaikan dan keselamatan, bukan pada kemiskinan. 

Pernah tidak Anda memilih untuk tidak memberi uang sedekah pada pengemis karena menganggap bahwa banyak pengemis itu berpura-pura miskin? Ironis memang tapi hal ini cukup banyak di lingkungan masyarakat kita saat ini. Seperti kisah yang satu ini.

Ada seorang wanita kaya yang sedang menikmati pemandangan di taman. Tak berapa lama, seorang anak yang lusuh duduk di sebelahnya. Ia tidak bicara dan tidak pula melihatnya. Hanya saja bocah itu memegangi perutnya, sepertinya ia kelaparan. Wanita itu meliriknya dengan risih, setelah beberapa lama ia meninggalkannya. 

Sambil berjalan ia membatin, "Anak jaman sekarang sudah diajari mengemis dan mengiba-iba. Aku tidak akan membiarkan sedekahku dimakan orang yang tak seharusnya."
Wanita itu lalu duduk di dekat air mancur. Ia merasa tenang dengan suara gemericik air. Namun ternyata ada seorang wanita tua lusuh yang duduk di atas triplek ber-roda seadanya. Suara rodanya cukup nyaring dan menarik perhatian wanita kaya itu. 

Si wanita lusuh ini kakinya diperban dan berdarah-darah, tampaknya terluka dan lumpuh. Melihatnya, wanita ini pun tak tega. "Sudah tua dan terluka masih mencari uang. Betapa malangnya.." lalu wanita ini mengeluarkan selembar uang dan memberikannya pada wanita lusuh itu. "Ini, Bu. Buat makan dan berobat," ujarnya. Wanita tua itu mengangguk tanda terima kasih dan pergi. 

Melihat ibu tua itu pergi dan ia baru saja membantunya, hati wanita ini menjadi damai. Tak berapa lama ia melihat ada anjing yang lepas dari pemiliknya dan lari sambil menyalak menuju wanita tua itu. Hendak memperingatkan pengemis tua tersebut, sang wanita dikejutkan dengan apa yang dilihatnya. 

"GUK..GUK...!!" suara anjing itu menyalak keras. Dan ternyata, pengemis tua tadi lari terbirit-birit dengan membawa papan tripleknya. "Lho, ternyata dia tidak lumpuh?" wanita ini terkejut dan merasa dibodohi. 

Ia pun berjalan dengan sedikit kesal keluar taman. "Dasar pengemis jaman sekarang juga sukanya menipu!" gumamnya karena jengkel. Di depan gang taman, wanita tersebut bertemu dengan seorang pria tua yang kesulitan menyeberang. Ia tampak bersih dan bertopang pada sebuah tongkat. 

"Tolong saya, Nak. Susah menyeberang," ujarnya. Wanita ini oun menjadi luluh dan iba, teringat akan ayahnya yang juga sudah tua. Maka ia membantu orang tersebut menyeberang. Saat sudah sampai tengah jalan, kakek itu berkata, "Sudah, Nak. Jalan sebelah sini sepi. Saya bisa sendiri."

Wanita itu pun mengiyakan sambil berpesan agar kakek itu hati-hati. Tetapi, kekagetan kedua terjadi. Saat sampai kembali di sisi jalan, wanita itu melihat ada truk berkecepatan tinggi hampir menyambar sang kakek. "Awas, Keeek.."

Truk itu sudah membunyikan klakson. Tapi di luar dugaan, kakek ini malah terkejut dengan klakson super nyaring itu. Tongkat, sandal dan tas yang ia bawa berhamburan sementara ia melarikan diri. Lagi-lagi, wanita ini kena tipu. 
***
Ketidakberuntungan yang bertubi-tubi membuat wanita ini sebal pada dirinya sendiri. Ia pun mendengus dan memasang wajah murung di taman. Ia ingin minta dijemput saja oleh sopirnya. Tapi saat mencari dompet dan HP nya, wanita ini tak bisa menemukannya. 

"Di mana dompet dan HPku?" wanita ini mulai panik. Ia merogoh seluruh is tas, tapi tak menemukannya di mana-mana. Ia pun memasang wajah bingung dan kembali memeriksa tasnya. 

Tiba-tiba, sebuah tangan kecil menepuk-nepuk bahunya. Saat wanita itu menoleh, kedua tangan kecil itu memberinya ponsel dan dompet yang ia cari. Wanita itu melongo, ia adalah anak yang duduk bersamanya tadi di bangku yang lain. Wajahnya masih lusuh tapi sudah lebih tersenyum. 

"Hati-hati, Bu. Di sini banyak copet. Bapak yang menyeberang tadi diam-diam mengambil dompet ibu saat ibu tidak sadar," ujarnya polos. Wanita itu menerima dompetnya dengan masih melongo tapi tak bisa berkata apa-apa. Ia mulai berkaca-kaca dan memeluk anak itu. "Maaf ya, Nak.." ujarnya. Tak lama ia membelikan anak itu makan dan minuman. 

Rupanya anak kecil itu bukan pengemis. Ia memang menjadi pemulung dan belum makan sejak pagi. Ia duduk di sana karena lelah dan ingin beristirahat. Tapi, wanita ini malah berprasangka buruk padanya. 

Ladies, kalau kita ingin bersedekah pada orang lain, lakukanlah dengan tulus dan ikhlas. Tak perlu curiga siapa yang kita bantu. Tak perlu memperhitungkan untuk apa uang itu nantinya, biarlah menjadi urusan antara orang tersebut dengan Tuhan.

Hati kecil kita pasti tahu saat kita memang ingin tulus membantu mereka yang membutuhkan. Semoga kisah ini bisa menginspirasi kita semua. /(vem-rin)

Pipik Dian Irawati Maafkan Pelaku Pembakar Rumahnya

Umi Pipik Dian Irawati. (Dok.Radar Indonesia News)

tidak bisa membayangkan saat rumahnya dibakar oleh orang yang pernah ditolongnya. Namun istri almarhum ini mengatakan dirinya telah memaafkan kesalahan si pelaku yang telah membakar rumahnya.

Meski demikian, Umi Pipik akan mengikuti proses hukum yang masih berjalan sebagai wujud menghormati hukum di Indonesia. "Dimaafin iya, tapi proses hukum harus seadil-adilnya," kata pengacara Sandy Arifin kepada media, Rabu, 23 Juli.

Sandy mengatakan, beberapa hari lalu dia mendapat telepon dari pihak keluarga pria yang diduga sebagai pembakar rumah Umi Pipik. Pria berinisial IV itu memang sudah mengakui perbuatannya kepada polisi.

"Sejauh ini pihak korban ingin ketemu, tapi karena kasus ini sudah bergulir, jadi sudah menyerahkan ke proses hukum saja. Umi Pipik juga masih belum bisa bertemu karena sibuk," kata Sandy.

Sementara itu untuk bisa kembali ke rumahnya, Umi Pipik harus menunggu konfirmasi terlebih dulu dari pihak Kejaksaan untuk melakukan reka ulang. "Umi sih pengen segera kembali buat diberesin," ujarnya. (wk/dn)

Lepas Jilbab, Marshanda Kembali Curhat Lewat Video YouTube

Marshanda
RADAR-INDO.COM, JAKARTA - kembali pada kebiasaannya curhat di YouTube. Namun kali ini ia tak sekedar menangis dan mengomel, bintang sinetron "Anak Cucu Adam" tersebut mengungkap puisi berbahasa Inggris dan bernuansa religius.

Dalam video tersebut, ibu satu anak itu tanpa jilbab dan berada di sebuah pegunungan berkabut. Ia sempat pula menahan tangis saat mengucapkan syair-syair tentang perasaannya pada Tuhan.

"I'm holding my tears from falling down. Feeling this feeling of love from you. I thought i've never known you. Cos i've never seen you (Aku menahan tangis yang akan jatuh. Merasakan cinta dari-Mu. Kukira aku tak akan mengenal-Mu. Karena aku tak pernah melihat-Mu)," curhatnya dalam sepenggal syair di video berdurasi lebih dari 3 menit tersebut. "When here you are all this time. Trying to teach me about what LOVE is. Through breakdowns, meltdowns, stressed-ups and crash-downs.There you are (Tapi Engkau di sini sepanjang waktu. Mencoba mengajariku tentang makna cinta lewat kehancuran, depresi dan masalah)."

Komentar pun berdatangan menanggapi video berjudul The Unspoken Episode #2 "Letter to God" tersebut. Ada yang prihatin, ada pula yang mengecam. "Telah kehilangan jati diri," komentar seorang netter. "Semoga mbak Marshanda ini kembali ke jalan yang benar. Amin," harap netter lainnya.

Ini bukan kali pertama Chaca merilis video curhat di tahun ini. Bulan lalu, ia menghadirkan The Unspoken - Episode #1 - "You Used Me" yang mengungkapkan kekecewaannya pada seseorang atau sesuatu. Dalam video itu, Chaca masih memakai jilbabnya.

Artis yang sedang proses cerai dengan tersebut sebelumnya dikecam karena melepas jilbabnya. Namun Chaca terlihat santai dan sibuk promo video puisi tersebut.

"Dirilis di YouTube. The Unspoken Episode #2 'Letter to God'. Dia yang membenci orang lain dengan mudah, sebenarnya lebih membenci diri sendiri daripada yang dia tahu. Hari ini dan besok," kata Chaca. "Aku akan tetap hidup. Aku akan tetap tersenyum, menciptakan sesuatu. Dan aku akan menyanyikan laguku. #TheUnspoken #poetry #musicvideo #keepCreating." /(wk-ri)


Lihat video
Marshanda, The Unspoken  1

Marshanda, The Unspoken 2
 

Sekuel 'The Purge' Gagal Kalahkan 'Dawn of the Planet of the Apes'


RADAR-INDO.COM, JAKARTA - Popularitas film primata vs manusia, "" masih tak terkalahkan. Bahkan "" yang debut Jumat (18/7) lalu belum bisa menggeser film arahan sutradara Matt Reeves itu.

Memasuki minggu kedua, film yang dibintangi itu tetap kokoh sebagai jawara dengan pendapatan domestik USD 36 juta atau setara Rp 421 miliar. Sedangkan secara keseluruhan, pekan ini "Dawn of the Planet of the Apes" telah mengumpulkan USD 139 juta (Rp 1,6 triliun).

Di peringkat dua, film arahan sutradara James DeMonaco, "", berhasil meraup pendapatan sebesar USD 28,3 juta (Rp 332 miliar). Sekuel "" itu mengisahkan tentang sebuah kota dimana pemerintahannya melegalkan semua bentuk kejahatan dalam semalam. Disaat kota tengah "lumpuh", sekelompok orang harus terjebak di tengah situasi berbahaya. Film ini dibintangi diantaranya oleh Frank Grillo, Zach Gilford, Kiele Sanchez dan Michael K. Williams.

Selain "The Purge: Anarchy", "" dan "" berhasil debut di posisi lima besar. "Planes: Fire & Rescue" merupakan film animasi tentang pesawat balap, Dusty, yang bergabung dengan tim pemadam kebakaran hutan di Taman Nasional Puncak Piston. Film tersebut sukses di peringkat 3 dengan pendapatan domestik USD 18 juta (Rp 210 miliar).

Sementara itu, "Sex Tape" yang dibintangi dan berada di peringkat 4 dengan pendapatan USD 15 juta (Rp 175 miliar). Lalu posisi ke lima dihuni "" yang di pekan ke-4 telah meraih pemasukan USD 10 juta (117 miliar).

Berikut ini daftar 10 besar box office Amerika Serikat:
  1. "" - USD 36 juta (sekitar Rp 421 miliar)
  2. "" - USD 28,3 juta (sekitar Rp 332 miliar)
  3. "" - USD 18 juta (sekitar Rp 210 miliar)
  4. "" - USD 15 juta (sekitar Rp 175 miliar)
  5. "" - USD 10 juta (sekitar Rp 117 miliar)
  6. "" - USD 7,6 juta (sekitar Rp 89 miliar)
  7. "" - USD 4,7 juta (sekitar Rp 55 miliar)
  8. "" - USD 3,8 juta (sekitar Rp 44 miliar)
  9. "" - USD 3,3 juta (sekitar Rp 39 miliar)
  10. "" - USD 3,2 juta (sekitar Rp 38 miliar)


(wk/ri)

Pengguna Android dan iOS Bakal Beralih ke Passport

BlackBerry Passport
BlackBerry Passport (Crackberry)
RADAR-INDO.COM, JAKARTA - Tahun ini, BlackBerry masih menyimpan ponsel andalannya, BlackBerry Passport. Ponsel yang memiliki bentuk kotak dengan layar besar itu menjadi salah satu andalan BlackBerry selain BlackBerry Z3 dan BlackBerry Classic pada tahun ini. 

Passport menarik perhatian sebab dari desain bentuknya yang cukup aneh dibandingkan dari ponsel pintar umumnya yang sudah beredar di pasaran. 

BlackBerry Passport juga mengombinasikan layar sentuh lebar dengan keyboard fisik. Meski terlihat cukup aneh, tapi BlackBerry mengklaim ponsel andalannya itu telah dinanti-nanti penguna ponsel pintar dunia. 

Melansir Ubergizmo, Rabu 23 Juli 2014 menyebutkan bekal fitur Passport cukup menaikkan minat para pengguna Android dan iOS. Klaim BlackBerry itu didasarkan pengumpulan sampel komentar pengguna terkait BlackBerry Passport. 

"Dilihat dari sampel komentar yang telah kami kumpulkan, banyak pengguna yang merencanakan berganti dari Android atau iOS. Dalam banyak kasus mereka ingin kembali ke BlackBerry," tulis BlackBerry pada halaman blog resmi perusahaan. 

Sayangnya, klaim itu hanya didapatkan dari 12 komentar pengguna handset saja. Sampel yang dianggap masih sangat kecil untuk mengukur minat pengguna handset. 

Sebagian besar komentar pengguna yang diambil dari sampel itu, menyoroti pada keyboard fisik. Fitur ini diakui menjadi alasan pengguna untuk memutuskan beralih ke BlackBerry Passport. 

Sebagaimana diketahui, Passport awalnya diberi nama Windermere. Namun, nama itu dianggap tidak terlalu familiar di pasar, sehingga namanya berganti menjadi Passport. 

Keyboard qwerty fisik masih menjadi andalan BlackBerry pada Passport.

Passport mengusung layar berukuran 4,5 inci itu dilengkapi dengan resolusi 1440x1440 piksel. Ini digadang-gadang sebagai panel keyboard yang sensitif dengan sentuhan sentuhan, namun dengan kemudahan auto-koreksi.

CEO BlackBerry, John Chen mengatakan Passport akan meluncur ke pasaran pada September nanti. 

London bakal menjadi "rumah" pertama Passport. Sebelum Passport meluncur, akan dipublikaskan melalui BlackBerry Messenger terlebih dahulu pada Juli ini. /(vv-rin)

Warga Temukan Peluru Aktif di Tumpukan Sampah

 Ilustrasi peluru
Ilustrasi peluru (Reuters)
RADAR-INDO.COM, DEPOK - Sebanyak 29 butir peluru tajam jenis AK 47 ditemukan salah seorang warga di antara tumpukan sampah di Unit Pengolahan Sampah (UPS) Kampung Rawa Sari, Rt 01/06, Cipayung, Depok, Rabu 23 Juli 2014.
         
Oleh warga, temuan itu pun langsung dilaporkan ke aparat terdekat hingga akhirnya diamankan oleh salah satu anggota Babinsa TNI, Serda Agus Sutrisno yang saat itu tengah berpatroli.
       
"Saat ini, peluru-peluru itu sudah kami amankan. Selanjutnya akan kami amankan digudang peluru di Markas Kodim 0508 Depok," kata Dandim 0508 Depok, Letkol Inf. Zamroni pada VIVAnews.
        
Puluhan butir amunisi aktif ini, ditemukan oleh Imron, ketua Rt setempat yang sedang memilah sampah. Awalnya, ia tak menyangka jika benda yang ada di dalam kantong plastik itu adalah peluru aktif. Kasusnya kini ditangani Polsek Pancoran Mas dan TNI Kodim 0508 Depok. (art)/(v-rin)

Media Asing Ikut Pantau Kasus JIS

Guru JIS Neil Bantleman didampingi pengacara Hotman Paris Hutapea. (Ahmad Rizaluddin)

RADAR-INDO.COM, JAKARTA  - Polda Metro Jaya diketahui telah menerima dua laporan terkait kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan Jakarta International School (JIS). Terkait hal itu, media asing atau media internasional pun ikut memantau jalannya proses hukum kasus tersebut.

Beberapa di antaranya, seperti Wallstreet Journal dan CBC (media Kanada) ada yang mempertanyakan proses hukum yang dikenakan pada salah satu tersangka warga negara Kanada, Neil Bentleman. 

Adik Neil Bantleman dalam wawancara dengan media asing menilai bahwa proses penahanan kepolisian diklaim sebagai sebuah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Senada dengan pemberitaan itu, kuasa hukum guru JIS, Hotman Paris beranggapan bahwa penetapan kliennya sebagai tersangka, tanpa bukti.

"Mana buktinya, tunjukkan kalau ada, kamera mana, ada rekaman tidak?" kata Hotman di Jakarta, Rabu 23 Juli 2014.

Hotman mengatakan, semua cerita mengenai pemberian obat, rekaman, dan semua bukti versi pelapor bukanlah barang bukti. Begitu pula dengan keterangan korban, yang dinilainya tidak jelas dan berubah-ubah.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, penyidik mencoba untuk menganalisis dan membuktikan sejumlah keterangan saksi serta barang bukti.

"Dalam Pasal 184 KUHP, pengakuan paling bawah, jadi tak begitu dikejar oleh penyidik. Kami hanya mengejar keterangan saksi, barang bukti dan keterangan korban," kata Rikwanto.

Namun, Rikwanto menegaskan, penetapan tersangka sudah berdasarkan barang bukti yang ditemukan penyidik. (art)/(vv-rin)

Ini Lima Kejanggalan TPS Saat Pilpres

Headline
(Foto: inilahcom)

RADAR-INDO.COM, JAKARTA - Kubu Prabowo-Hatta menilai sedikitnya terdapat dugaan lima kejanggalan di TPS (tempat pemungutan suara) saat pilpres lalu. Kejanggalan tersebut bersifat masif, terstruktur dan sistematis.

"Pertama, jumlah seluruh pengguna hak pilih tidak sama dengan jumlah surat suara yang digunakan. Ini terjadi di 28.283 TPS," ujar penasihat relawan Prabowo-Hatta, Letjen (Purn) TNI Suryo Prabowo, di Jakarta, Kamis (24/7/2014).

Menurut dia, ada juga kejanggalan mengenai jumlah surat suara yang digunakan tidak sama dengan jumlah surat suara yang sah atau tidak sah. Ketidaksingkronan ini terjadi di 9.617 TPS.

"Ketiga, pengguna hak pilih dari TPS lain atau DPTb lebih besar dari daftar DPTb terjadi pada 11.090. Ini jelas ada mobilisasi massa," katanya.

Suryo menambahkan, indikasi kejanggalan juga terjadi seperti pengguna hak pilih dalam daftar pemilih khusus tambahan (DPKTb) yang gunakan KTP atau identitas lain dari daftar DPKTb itu sendiri. "Kejanggalan ini terjadi di 20.158 TPS," imbuhnya.

Kelima, pasangan Prabowo-Hatta sama sekali hanya mendapat 0 suara yang terjadi di 282 TPS.
"Ini juga aneh bin ajaib, kita punya saksi di tiap TPS. Tentu saksi kita memilih pasangan nomor satu, tapi dalam hitungan kok suaranya bisa hilang?," katanya heran.

Suryo memberi contoh seperti pencoblosan di Papua. Menurutnya, daftar pemilih tetap (DPT) resmi di KPU sebesar 3.045.432 pemilih, padahal jumlah seluruh penduduk Papua termasuk bayi yang baru lahir sebesar 3.091.040.

"Ini menunjukkan DPT di Papua saja sudah keliru. Demikian juga di DKI. Bawaslu mencatat 5.802 atau 47% TPS bermasalah dan merekomendasikan pemilihan ulang, tapi diabaikan oleh KPU. Alasan ini sudah cukup agar pilpres diulang," pungkasnya.[yeh]/(inilah-rin)

BCA Bukukan Laba Rp7,9 Triliun

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja. (Anhar Rizki Affandi)
RADAR-INDO.COM, JAKARTA  - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berhasil mencapai kinerja pada semester 1 tahun 2014 dengan laba bersih meningkat 24,2 persen menjadi Rp7,9 triliun dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp6,3 triliun.
 
"Di tengah periode ketidakpastian ekonomi, BCA terus menunjukkan daya tahan dan kemampuannya dalam beradaptasi terhadap situasi dengan berbagai tantangan," ujar Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, di Hotel Indonesia, Rabu, 23 Juli 2014.

Corporate Secretary BCA, Inge Setiawati, memaparkan, pendapatan operasional yang terdiri atas pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya, tumbuh 25 persen menjadi Rp19,6 triliun pada semester 1 tahun 2014 dari Rp 15,7 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Kemudian, lanjutnya, marjin bunga bersih (NIM) yang meningkat 50 bps menjadi 6,5 persen pada semester 1 tahun 2014 dari 6 persen pada semester 1 tahun lalu.

"Hal itu mencerminkan yield aset produktif yang lebih tinggi dengan adanya peningkatan portofolio kredit," tuturnya.

Jahja mengatakan, penerapan manajemen risiko secara disiplin telah mendukung kualitas kredit dan profitabilitas yang berkelanjutan. Sementara itu, Inge memaparkan, portofolio kredit meningkat sebesar 14,6 persen year on year menjadi Rp321,3 triliun pada akhir Juni 2014.

Adapun, kredit korporasi tercatat sebesar Rp106,4 triliun, naik 16,3 persen year on year. Kredit komersial dan usaha kecil menengah tumbuh 14,9 persen year on year menjadi Rp127 triliun.

Sementara itu, kredit konsumer meningkat 12,6 persen year on year menjadi Rp88,3 triliun yang didukung oleh kenaikan outstanding seluruh produk kredit konsumen. Di sisi lain, KPR meningkat 9 persen year on year menjadi Rp52,8 triliun.

Jika dilihat secara triwulanan, lanjut Inge, pertumbuhan KPR relatif datar dalam 4 triwulan terakhir. Sejalan dengan lebih tingginya suku bunga dan menurunnya permintaan kredit KPR.

"Kredit kendaraan bermotor (KKB) naik 16,8 persen year on year dari Rp23,4 triliun menjadi Rp27,3 triliun. Outstanding kartu kredit tercatat sebesar Rp8,1 triliun, naik 23,8 persen year in year per Juni 2014," katanya. (art)/(vv-rin)

Pevoli Imut-imut Kazakhstan Doakan Palestina

Pevoli Kazakhstan, Sabina Altynbekova
Pevoli Kazakhstan, Sabina Altynbekova (Instagram)
RADAR-INDO.COM, JAKARTA  – Pesona Sabina Altynbekova masih memikat kaum Adam di media sosial di hampir seluruh dunia. Hal itu terbukti dengan banyaknya sapaan yang menghampiri akun media sosial ask.fm milik Sabina, ask.fm/AltynbekovaS.

Di akun tersebut, pevoli imut-imut asal Kazakhstan itu cukup sibuk menjawab berbagai pertanyaan dan sapaan penggemar barunya dari seluruh dunia. Fans Sabina datang dari berbagai benua, mulai dari Amerika Serikat sampai Indonesia.

Sabina juga mengaku memeluk agama Islam ketika ditanya oleh seorang fans. Gadis berusia 17 tahun ini ikut mendoakan Palestina, yang tengah dilanda peperangan dengan Israel. "Love Palestina, Allah bersama kalian Palestina," tulis Sabina dalam akun Ask.fm miliknya.

Pertanyaan lucu juga tak jarang disampaikan oleh para fans tersebut kepada Sabina. Dari mulai menanyakan apakah dia sudah memiliki kekasih, sampai kapan gadis bertinggi 182 cm akan bermain voli di Indonesia. 

Pevoli Kazakhstan, Sabina Altynbekova

Sabina pun memberi jawaban masih belum punya pacar alias "jomblo". “Tidak, saya tidak punya kekasih. Bermain di Indonesia? Saya tidak tahu,” jawab Sabina.

Seorang fans asal Brasil juga menanyakan kapan dia akan mengunjungi negara penghasil kopi tersebut. Bahkan fans asal Brasil itu juga mengajak Sabina menikah. "Mungkin saya akan ke Rio (De Janeiro) 2016 (Olimpiade) , tapi tidak untuk menikah," tegasnya. 

Wajah Sabina pertama kali terpantau di 9Gag.com. Gadis pemilik mata indah itu tengah tampil di Kejuaraan Asia di Taiwan, Asian Women Volleyball U-19 Championship 2014, 16-24 Juli 2014./(vv-rin)

Pesawat Taiwan Mendarat Darurat, 47 Penumpang Tewas

Kecelakaan pesawat TransAsia di Taiwan.
Kecelakaan pesawat TransAsia di Taiwan. (REUTERS/Wong Yao-wen)
RADAR-INDO.COM, TAIWAN - Sedikitnya 47 penumpang pesawat TransAsia tewas dalam pendaratan darurat di Penghu, Taiwan Rabu malam 23 Juli 2014.

Awalnya jumlah korban bervariasi. Kepala pemadam kebakaran Penghu menyebut jumlah korban tewas sebanyak 51 orang. Namun, salah satu televisi Taiwan mengatakan hanya satu orang yang tewas, 11 selamat dan 46 lainnya belum ditemukan.

Namun, Menteri Perhubungan Yeh Kuang-shih mengkonfirmasi jumlah korban tewas saat ini sebanyak 47 orang dan 11 lainnya selamat.

Seperti dilansir Taiwan News, pesawat dengan nomor penerbangan GE 222 itu membawa 54 penumpang dan empat awak dalam penerbangan dari Kaoshiung ke Magong. Pesawat terbang di tengah badai Topan Matmo.

Pesawat ATR-72 telah dijadwalkan dari Kaohsiung pukul 4 sore. Namun baru bisa terbang pukul 5.43 waktu setempat karena cuaca buruk. Pilot dilaporkan diminta untuk menunggu hingga pukul 07.06 sebelum diperbolehkan untuk mendarat.

Upaya pendaratan pertama dilaporkan gagal dan pilot kemudian diminta untuk mencoba melakukan pendaratan kedua. Tapi tak lama kemudian, menara kontrol kehilangan kontak dengan pesawat.

Pesawat dilaporkan hancur menghantam tanah di Kota praja Huhsi dan kemudian menyeruduk dua rumah hingga pesawat terbakar.

Tidak ada informasi terkait rencana pilot dalam upaya penyelamatan penumpang. Para korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Tri-Service General di Magong.

Pilot diketahui bernama Lee Yi-liang (60 tahun) dan co-pilot Chiang Kuan-hsing (39 tahun). Namun, nasib mereka belum diketahui. Menurut laporan, masing-masing memiliki lebih dari 20.000 jam terbang.

Penyebab kecelakaan diduga kuat karena Topan Matmo, yang membawa angin kencang dan lebat. Topan Matmo merupakan badai berkekuatan besar yang masuk katagori 2, dengan kecepatan 85 mph dan menyebabkan angin kencang, hujan deras, serta ancaman tanah longsor.

Setelah kecelakaan itu, bandara Makung ditutup dan memaksa enam penerbangan kembali ke bandara Taipei Singsham. Sebuah tip dari CAA, pakar penerbangan dan kerabat dari para korban berencana terbang ke Magong hari ini.

Diketahui, selama 13 tahun terakhir, TransAsia Airways tercatat sudah terjadi delapan kali kecelakaan. /(vv-rin)

Merak Padat Pemudik, Antre 5 Jam Masuk Pelabuhan

Arus mudik di Pelabuhan Merak.
Arus mudik di Pelabuhan Merak. (Nurcholis Anhari Lubis)
RADAR-INDO.COM, JAKARTA  - Memasuki H-4 Lebaran, Kamis 24 Juli 2014, Pelabuhan Merak mulai dipadati pemudik. Baik pejalan kaki, maupun pemudik yang menggunakan sepeda motor dan mobil.

Padatnya kendaraan di area pelabuhan menyebabkan ribuan kendaraan pribadi pemudik yang akan menuju ke arah pelabuhan terpaksa harus menunggu selama lima jam lebih di jalan tol Tangerang-Merak.

Antrean kendaraan pemudik menjelang keluar gerbang tol Gerem hingga mencapai 3 kilometer.

Bahrudin, petugas Sentral Komunikasi PT Marga Mandala Sakti mengatakan antrean kendaraan pemudik mulai terjadi sejak pukul 22.00 WIB, Rabu 23 Juli 2014.

"Namun sekitar pukul 02.30 WIB kendaraan berangsur bisa ke luar di gerbang tol Gerem," ujar Bahrudin.

Kata Bahrudin, antrean disebabkan meningkatnya volume kendaraan pribadi para pemudik yang rata-rata melakukan perjalanannya pada malam hari./(vv-rin)

DKPP Segera Evaluasi Kinerja KPU dan Bawaslu

Ketua DKPP, Jimly Asshiddiqie memimpin rapat kode etik KPU
Ketua DKPP, Jimly Asshiddiqie memimpin rapat kode etik KPU (Nurcholis Anhari Lubis)
RADAR-INDO.COM, JAKARTA - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) segera mengevaluasi pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014.

Hal itu diungkapkan Ketua DKPP, Jimly Asshiddiqie, di kantornya usai melaksanakan rapat internal dengan KPU dan Bawaslu, Rabu 23 Juli 2014.

"Hal-hal yang sifatnya keseluruhan akan kami evaluasi pelaksanaan pilpres ini dari tugas masing-masing," ujar Jimly.

Tidak lupa, Jimly juga mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan dan kepada semua pihak, terutama para penyelenggara pemilu yaitu KPU dan Bawaslu.

"Semoga hasil kinerja kita berguna bagi perjalanan bangsa ke depan. Semua tahapan sudah dilewati, jauh lebih baik dari pemilihan legislatif (pileg) dari segala aspek karena peserta juga hanya dua," ujarnya.

Diketahui, DKPP, KPU dan Bawaslu melakukan rapat rutin dalam tahapan pilpres. Dan ini merupakan rapat tahapan terakhir setelah proses penetapan hasil rekapitulasi 22 Juli 2014.

"Sebagai wadah untuk tukar informasi mengenai tahapan pemilu, dengan telah selesainya penetapan KPU yang secara hukum sudah sah walaupun belum final," jelasnya. (art)/(vv-rin)

Mau kuliah ke luar negeri?

Mau Baju Muslimah?

Tampil Cantik Dengan Hijab

Dengarkan Alunan Radio Mustang

Belanja Murah

Muslim Clothing & Accessories

Selamat datang di Radar Indonesia News (www.radar-indo.com) Sampaikan kritik dan saran Anda demi kemajuan kami melalui email: indonesiaradar@gmail.com atau kontak kami di (021) 71792004 dan sms center:081284194434


 
Support : Radar URL Stats ONLINE | Radar Flag Counter | twitter:@radar_indonesia
Copyright © 2013. Radar Indonesia News - All Rights Reserved
Template Created by radar-indo.com Published by radar-indo.com
Proudly powered by radar-indo.com